logo


Warga Negara AS Diminta Waspadai Resiko Penahanan Sepihak oleh China

AS memperingatkan warga negaranya soal meningkatnya resiko penahanan sepihak yang dilakukan oleh pemerintah China

12 Juli 2020 05:10 WIB

Ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara google

BEIJING, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat memperingatkan warga negaranya mengenai meningkatnya resiko penahanan sepihak yang dilakukan oleh pemerintah China menyusul meningkatnya ketegangan dalam hubungan kedua negara yang terjadi belakangan ini.

"Pihak keamanan bisa saja melakukan penahanan atau deportasi warga negara AS dengan tuduhan telah mengirimkan pesan elektronik (kepada pemerintah AS), yang membahayakan pemerintah China," ujar peringatan yang dikeluarkan oleh State Department, dikutip dari Reuters pada Minggu (12/7).

Peringatan tersebut muncul usai memanasnya hubungan AS-China terkait isu pandemi Covid-19, perang dagang, dan tudingan adanya pelanggaran HAM kepada etnis Uyghur di Provinsi Xinjiang serta sejumlah komunitas masyarakat di Tibet.


Bill Gates Minta Pendistribusian Vaksin Covid-19 Dilakukan Secara Adil dan Merata

Pada Jumat (10/7), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa hubungan kedua negara telah rusak dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Washington telah memberlakukan larangan visa bagi sejumlah diplomat China. AS juga menuding pemerintah China melarang orang asing untuk mengunjungi dataran tinggi Tibet.

Peringatan akan adanya penahanan sepihak yang dilakukan oleh Beijing, sebelumnya juga disuarakan oleh Kanada dan Australia. Pada tahun 2019 lalu, China telah menahan seorang warga negara Australia keturunan China, Yang Hengjun atas tuduhan spionase. Setahun sebelumnya, dua warga Kanada juga ditangkap dan dipenjara oleh China karena diduga telah mencuri dan menjual rahasia negara, tak lama setelah salah satu petinggi Huawei ditahan oleh pihak keamanan Kanada.

Trump Tak Pikirkan Fase Kedua Kesepakatan Dagang dengan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×