logo


10 Juta Penduduk Yaman Kekurangan Pangan dan Terancam Wabah Kelaparan

Program Pangan Dunia mendesak komunitas internasional untuk memberikan uluran tangan kepada masyarakat Yaman guna mencegah terjadinya kelaparan

11 Juli 2020 15:30 WIB

Seorang anak yang mengalami kurang gizi di Yaman
Seorang anak yang mengalami kurang gizi di Yaman Al Jazeera

JENEWA, JITUNEWS.COM - Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan bahwa hampir 10 juta orang di Yaman kekurangan bahan makanan dan sangat membutuhkan uluran bantuan dari komunitas internasional guna mencegah terjadinya wabah kelaparan.

Pada Sabtu (11/7), organisasi yang berada di bawah naungan PBB tersebut menyatakan bahwa mereka memerlukan setidaknya USD 737 juta pada akhir tahun ini untuk tetap melanjutkan program bantuan pangan ke negara yang tengah dalam kondisi krisis kemanusiaan akibat perang tersebut.

"Situasi kemanusiaan (di Yaman) kian memburuk dengan sangat drastis, membuat masyarakat berada diujung tanduk," kata juru bicara WFP Elisabeth Byrs dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (11/7).


Polisi Temukan Jasad Walikota Seoul yang Tewas Bunuh Diri

"Kita harus bertindak sekarang. Jika kita menunggu hingga kelaparan terjadi, hal itu jelas sangat terlambat," imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini tanda-tanda awal wabah kelaparan telah terlihat.

"Yaman tengah menghadapi situasi krisis di berbagai sektor. Produk import menurun, harga bahan makanan meroket, nilai mata uang yang terjun bebas, sementara cadangan valuta asing kian menipis," ujar Byrs.

Perang yang terjadi di Yaman antara kelompok pemberontak Houthi dan pasukan pro pemerintah telah berkecamuk sejak 2015 lalu, dimana pada saat itu pasukan koalisi yang dikomandoi oleh Arab Saudi melakukan interfensi melawan kelompok pemberontak Houthi yang tengah menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibukota Sanaa.

Sejauh ini, konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan empat juta warga kehilangan tempat tinggal, sementara 80 persen dari 29 juta penduduk Yaman sangat bergantung pada bantuan internasional. Kondisi tersebut menjadi lebih buruk pada tahun 2020 ini menyusul adanya badai wabah Covid-19.

PM Inggris Bakal Perketat Aturan Penggunaan Masker

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia