logo


Maria Lumowa Diekstadisi dari Serbia, PKS Singgung Harun Masiku dan Djoko Tjandra yang Buron

Mardani mengapresiasi usaha pemerintah yang berusaha menjemput Maria

10 Juli 2020 10:02 WIB

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Maria Pauline Lumowa, tersangka kasus pembobolan BNI Rp1,7 triliun pada 2002, berhasil diekstradisi dari Serbia ke Indonesia.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, meminta polisi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPAT) dilibatkan untuk menginvestigasi aset Maria.

"Mesti ada investigasi dan intelejen yang kuat. Kawan-kawan di PPATK bisa diminta bantuannya, kawan-kawan di kepolisian divisi penelusuran aset juga bisa diminta bantuan," kata Mardani kepada wartawan, Kamis (9/7).


Ekstradisi Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauli, Menkumham Sebut Sebagai Balas Jasa Serbia

Ia ingin dilakukan penelusuran aset agar uang negara bisa terselamatkan.

"Mesti ada dana negara yang bisa diselamatkan. Besar sekali Rp 1,2 T dan dikembangkan selama 17 tahun," katanya.

Mardani mengapresiasi usaha pemerintah yang berusaha menjemput Maria. Ia juga menyinggung Djoko Tjandra dan Harun Masiku yang masih buron.

"Kalau yang di Serbia bisa ditangkap maka Djoko Tjandra dan Harun Masiku yang dekat atau ada di Indonesia mestinya lebih mudah ditangkap. Kalau tidak jadi aneh bin ajaib," kata Mardani.

Sindir Aksi Yasonna ke Maria Lumowa, Fadli Zon: Jangan Berlomba-lomba Tonjolkan Prestasi karena Takut Reshuffle

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×