logo


Ahmad Dhani Klaim Pancasila Bisa Diubah Parlemen, PKPI: Beliau Banyak Pengikut Jadi Saya Klarifikasi

PKPI menyebut Pancasila tidak bisa diubah parlemen

10 Juli 2020 09:39 WIB

Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Ahmad Dhani saat mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (16/4/2018)
Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Ahmad Dhani saat mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (16/4/2018) Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dewan Pakar Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan politikus sekaligus musisi Ahmad Dhani yang menyebut Pancasila bisa diubah oleh parlemen. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak bisa diubah bahkan oleh Undang-Undang 1945 sekalipun.

"Jadi, begini mas Dhani, Pancasila itu tidak bisa diubah oleh parlemen. Yang mengatakan Pancasila itu bisa diubah oleh parlemen, ini keliru. Sangat-sangat keliru pernyataan ini. Pernyataan ini harus saya luruskan walaupun keluar dari mulut seorang musisi yang sangat saya idolakan karya-karyanya," kata Teddy di channel YouTubenya, Kamis (9/7/2020).

Teddy menilai bahwa mustahil mengubah Pancasila. Pancasila melahirkan UUD 1945, sementara parlemen membuat Undang-Undang. Oleh karena itu, ia berpendapat tidak mungkin Pancasila diubah oleh olah yang mendapatkan jabatan karena ada Pancasila.


RUU HIP Dinilai Menurunkan Derajat Pancasila, Din Syamsuddin: Berbahaya Bagi NKRI

"Parlemen itu kan membuat UU. Ini yang jadi lucu ya. Bagaimana ceritanya UU bisa mengubah Pancasila? Sedangkan UUD 1945 pun tidak bisa mengubah Pancasila, Jadi, ini terlalu jauh ya," ujarnya.

Teddy mengaku membuat klarifikasi tersebut karena khawatir akan banyak orang yang terjerumus dengan pemahaman itu. Pasalnya, Ahmad Dhani memiliki banyak penggemar.

"Beliau memiliki banyak pengikut, banyak orang yang bisa mendengar pernyataan dia dan mungkin bisa mengamini pernyataan itu jika memang tidak memiliki kemampuan menelaah atau memfilter omongan-omongan dari seorang pujaannya," jelasnya.

"Jangan sampai pemikiran ini bahwa Pancasila bisa diubah akhirnya dibawa oleh para public figure lainnya dan disosialisasikan kepada masyarkat. ini harus diklarifikasi," pungkasnya.

Jika RUU HIP Disahkan Jadi UU, PA 212 Minta 'Syariat Islam' Dimasukkan dalam Pancasila

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×