logo


PBB Tak Perpanjang Embargo Senjata Iran, AS Sebut Konflik Timur Tengah akan Lebih Parah

AS kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran

9 Juli 2020 17:15 WIB

Rudal Balistik
Rudal Balistik forbes

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Permintaan Amerika Serikat kepada Dewan Keamanan PBB untuk perpanjangan masa embargo senjata terhadap Iran yang akan segera berakhir pada Oktober 2020 ini tidak mendapat persetujuan pada pekan lalu, dimana perwakilan AS untuk Iran, Brian Hook, memperingatkan bahwa AS harus segera meresponnya guna mencegah Iran dalam mendapatkan senjata nuklir.

Sementara itu, Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo menyebut bahwa kawasan Timur Tengah akan mengalami konflik yang lebih panjang jika kebijakan embargo senjata yang diterbitkan oleh PBB kepada Iran tidak diperpanjang.

"Dewan Keamanan (PBB) harus memperpanjang embargo senjata terhadap Iran guna mencegah konflik lanjutan di kawasan (Timur Tengah)," ujar Pompeo kepada wartawan di Washington, pada Rabu (8/7).


PM Justin Trudeau Sebut Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Kanada Lebih Baik daripada AS

"Tidak ada satupun orang yang mungkin meyakini Iran akan menggunakan senjata apapun yang mereka terima untuk akhir yang damai," imbuhnya.

Dilansir dari Sputnik pada Kamis (9/7), AS selama ini menyebut Iran telah mendukung dan menyediakan persenjataan, seperti pesawat tempur nirawak (drone) dan sejumlah teknologi rudal, kepada kelompok militan Houthis untuk menyerang sejumlah fasilitas tambang minyak, bandara, kota, dan markas militer milik Arab Saudi.

"Saat ini kami telah mengagalkan sebuah pengiriman senjata lainnya yang diketahui menuju kepada kelompok militan Houthi. Pada 28 Juni lalu, AS dan sejumlah pasukan dari negara rekan berhasil menggagalkan sebuah kapal di lepas pantai Yaman dimana memiliki daftar kargo termasuk 200 RPG, lebih dari 1.700 pucuk senapan AK-47, 21 rudal dan sejumlah senjata anti-tank," ujar Pompeo.

Terbukti Covid-19, Jair Bolsonaro: Saya dalam Kondisi yang Sangat Baik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×