logo


RUU HIP Dianggap Ubah Pancasila, Hasto PDIP: Pembodohan Nalar Publik

Hasto menyatakan partainya mencermati segala bentuk kampanye hitam yang sarat dengan irasionalitas.

9 Juli 2020 15:45 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti kampanye hitam yang menyebut pembuatan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sebagai upaya menggusur Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Hasto menyatakan partainya mencermati segala bentuk kampanye hitam yang sarat dengan irasionalitas. Ia menyebut kampanye itu memakai narasi sejarah sebagai alat politik yang menahan kemajuan pemikiran bangsa.

"Pembukaan konstitusi itu tetap dan abadi, jadi Pancasila itu final. Karena itulah ketika ada yang menuduh hanya dengan membahas rancangan undang-undang, lalu dianggap sebagai mengubah ideologi dan falsafah dasar, sama saja dengan pembodohan nalar publik," kata Hasto dalam keterangan, Kamis (9/7).


PKS Minta Pemerintah dan DPR Duduk Bareng untuk Sepakati Pembatalan RUU HIP

Untuk itu, Hasto mengajak semua pihak agar tak terpengaruh oleh kampanye hitam tersebut. Salah satu caranya adalah memahami bahwa Pancasila sebagai ideologi negara.

Pancasila, menurut dia, terbukti efektif menyatukan dan memberikan arah. Ia menilai upaya membumikan Pancasila seharusnya dijadikan sebagai skala prioritas saat ini.

Dia juga menyampaikan perlunya penindaklanjutan terhadap kampanye hitam. Hasto mengatakan rakyat Indonesia perlu belajar dari sejarah runtuhnya peradaban suatu bangsa.

"Jangan sampai apa yang terjadi di Korea, Yugoslavia, dan konflik tak kunjung usai di Timur Tengah terjadi di Indonesia," tandasnya.

Komentari Kasus Denny Siregar, Ruhut Justru Minta Aparat Tindak Tegas Pendemo

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×