logo


Yasonna Ungkap Lobi Pemerintah Bawa Maria Pauline ke Indonesia

Tersangka pembobolan BNI Rp1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa, ditangkap di Serbia

9 Juli 2020 14:32 WIB

Maria Pauline Lumowa
Maria Pauline Lumowa Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tersangka pembobolan BNI Rp1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa, ditangkap di Serbia dan sudah diekstradisi ke Indonesia.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memngatakan bahwa upaya lobi dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengekstradisi Maria yang sekarang berkewarganegaraan Belanda.

"Ini adalah proses pencarian yang panjang yang kita lakukan untuk menunjukkan negara kita adalah negara hukum. Dan mencoba sebaik mungkin. Perjalanannya ini memang agak tertutup," kata Yasonna di Bandara Soetta, Kamis (9/7).


Kecolongan Djoko Tjandra, Yasonna Sebut Kemungkinan Adanya Jalan Tikus

Yasonna mengatakan Maria awalnya melarikan diri ke Singapura lalu ke Belanda. Maria sudah menjadi buron selama 17 tahun.

"Setelah melarikan diri ke Singapore dan melarikan diri ke Belanda, kita sudah melakukan upaya-upaya hukum juga untuk meminta agar yang bersangkutan diekstradisi dari Belanda, 2 kali ya. Tapi pemerintah Belanda menolak dengan alasan kita belum mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Belanda," sebut Yasonna.

Satu tahun kemudian, Maria ditangkap NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla pada 16 Juni 2019. Pemerintah Indonesia kemudian melakukan pendekatan kepada pemerintah Serbia.

"Pasca-tertangkapnya kita terus memantau. Setelah pemberitahuan dari Pemerintah Serbia, Interpol Serbia, Dirjen AHU (Administrasi Hukum Umum) tahun lalu langsung mengirimkan surat permintaan percepatan permintaan ekstradisi tanggal 31 Juli 2019. Kemudian kita susul lagi dengan surat tanggal 3 September 2019 permintaan percepatan ekstradisi yang disampaikan surat dari AHU," paparnya.

Yasonna Laoly Disebut Paling Layak Kena Reshuffle, IPO: Jangan Sampai Kedekatan Membuat Rasa Aman

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×