logo


Menkumham Sukses Ekstradisi Buronan Pembobol Bank BNI, Komisi III DPR: Angin Segar Bagi Penegakan Hukum di Indonesia

Proses ekstradisi ini tak lepas dari sinergi yang baik antara sesama lembaga penegak hukum, termasuk Kementerian Hukum dan HAM

9 Juli 2020 11:52 WIB

Herman Herry
Herman Herry Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Penuntasan ekstradisi pelaku pembobolan kas BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia diapresisi Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry.

Menurutnya proses ekstradisi ini tak lepas dari sinergi yang baik antara sesama lembaga penegak hukum, termasuk Kementerian Hukum dan HAM.

"Tentu kita harus mengapresiasi pendekatan yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Menteri Yasonna Laoly yang melakukan diplomasi hukum terhadap otoritas Serbia sehingga ekstradisi ini terwujud, begitu juga kepada pihak kepolisian dan kejaksaan atas upaya terpadu dalam proses penegakan hukum atas Maria Pauline Lumowa. Proses ekstradisi ini kan tidak mudah dan bahkan sempat ditolak oleh Belanda," ujar Herman di Jakarta, Kamis (9/7/2020).


Atas Dasar Kemanusiaan, PDIP Setuju dengan Pembebasan 30 Ribu Napi Koruptor

"Keberhasilan mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ini juga merupakan bukti komitmen dan kehadiran negara dalam penegakan hukum. Ini sekaligus memberi pesan bahwa negara tidak akan berhenti melakukan penindakan terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di negeri ini," imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa kesuksesan Menkumham Yassona Laoly menyelesaikan proses ekstradisi tersebut merupakan angin segar bagi penegakan hukum di Indonesia.

"Kini saatnya lembaga penegak hukum untuk menyelesaikan proses peradilan terhadap Maria Pauline Lumowa dan menuntaskan kasus ini secara menyeluruh," pungkasnya.

Diketahui, delegasi Indonesia yang dipimpin Menkumham Yasonna Laoly tiba si Tanah Air pada Kamis (9/7/2020) dari Serbia dengan membawa Maria Pauline Lumowa yang telah buron 17 tahun.

Adapun Maria Pauline Lumowa disebut melarikan diri ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka pembobolan kas BNI.

Maria Pauline Lumowa sebelumnya menggondol uang senilai Rp 1,7 Triliun dari BNI dengan Letter of Credit fiktif.

Napi Korupsi Dibebaskan, Ferdinand: Yasonna Pro Koruptor

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar