logo


Ekstradisi Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauli, Menkumham Sebut Sebagai Balas Jasa Serbia

Yasonna sebut Indonesia telah membantu Serbia dalam menangkap buronan Nikola Iliev

9 Juli 2020 10:27 WIB

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berhasil mengekstradisi pembobol kredit BNI sebasar Rp 1,7 triliun Maria Pauine Lumowa. Yasonna menyebut proses pemulangan Maria adalah bentuk balas jasa Serbia. Pasalnya, Indonesia telah membantu meringkus buronan pencuri data nasabah, Nikolo Iliev.

"Ekstradisi Maria Pauline Lumowa tak lepas pula dari asas resiprositas (timbal balik). Sebelumnya, Indonesia sempat mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015," kata Yasonna dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2020).

Yasonna mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya belum ada perjanjian ekstradisi dengan Serbia. Namun karena Indonesia berhasil meringkus boronan Serbia, maka proses ekstradisi Maria bisa berjalan lancar.


Mengaku Tak Tahu Status Djoko Tjandra, Lurah Grogol Selatan: Kita Menganggap Warga Biasa

Lebih lanjut, Yasonna mengatakan bahwa keberhasilan ekstradisi Maria tdak lepas dari keberhasilan lobi yang dilakukan oleh duta besar Indonesia untuk Serbia, Chandra Yudha. Ekstradisi tersebut langsung mendapat dukungan dari Presiden Serbia, Aleksander Vucic.

"Dalam pertemuan kami, Presiden Serbia Aleksander Vucic juga kembali menggarisbawahi komitmen tersebut. Proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara," ujarnya.

Sebut Tangkap Buronan Hal Sepele, Mahfud Md: Negara Malu Dipermainkan Djoko Tjandra

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×