logo


Komentari Kasus Denny Siregar, Ruhut Justru Minta Aparat Tindak Tegas Pendemo

Ruhut mendesak aparat untuk menindak tegas pihak yang melakukan demonstrasi di tengah pandemi Covid-19.

8 Juli 2020 22:34 WIB

Ruhut Sitompul.
Ruhut Sitompul. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politisi PDIP Ruhut Sitompul ikut berkomentar mengenai kasus yang menyeret pegiat media sosial Denny Siregar yang dianggap menghina pesantren. Dia mengatakan ada persoalan yang lebih besar daripada mengurusi pernyataan Denny tersebut.

Ruhut justru mendesak aparat untuk menindak tegas pihak yang melakukan demonstrasi di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, tren kasus positif corona masih memprihatinkan.

“Semut di seberang lautan dilihat, Gajah di pelupuk mata tidak terlihat. Fakta yang terjadi di Negara Indonesia tercinta, jadi aku mohon Aparat Kepolisian TNI tindak tegas para pendemo yang mestinya prihatin Virus Corona masih bergentayangan. Hari ini yang positif rekor 1863 MERDEKA,” ujar Ruhut melalui cuitan Twitternya, rabu (8/7).


Sindir PA 212, PDIP: Mbok Musuh Kita yang Super Cerdas Gitu lho

Selain itu, Ruhut juga menautkan video yang memperlihatkan komentar Permadi Arya atau Abu Janda terkait kasus Denny. Dalam kesempatan itu, Abu Janda mempertanyakan kesalahan yang telah dibuat oleh penulis buku ‘Tuhan dalam Secangkir Kopi’ itu.

Abu Janda justru balik menyerang pihak yang melakukan aksi unjuk rasa soal sebutan calon teroris terhadap anak kecil. Ia menuduh pendemo telah mengeksploitasi anak-anak demi kepentingan mereka.

“Gaes, ada yang mewek ngamuk berjamaah, demo katanya tidak terima anak kecil disebut ‘Calon Teroris’ tapi mereka hobinya eksploitasi anak kecil, memaksa anak kecil ikutan demo panas-panasan, nyuruh anak kecil kibarin bendera teroris yang dilarang di 2 kota suci umat Islam Mekah Madinah. Itu bendera teroris bukan kata saya, tapi kata Pemerintah Saudi!,” kata Abu Janda dalam video bertajuk ‘Denny Siregar Salahnya Dimana?’.

“Ingat apa yang terjadi dengan Habib Rizieq ketika ada yang pasang bendera tersebut di rumahnya. Habib Rizieq harus berurusan dengan Polisi Saudi karena bendera tersebut adalah lambang ilegal, karena bendera tersebut adalah bendera teroris menurut Pemerintah Saudi, bukan menurut saya!” lanjutnya.

“Jadi salah siapa jika ada yang menyebut kalian melatih anak-anak tersebut jadi calon teroris. Jadi jikakalian tidak mau anak kecil disebut sebagai ‘Calon Teroris’, ya kalian stop dong! Hentikan eksploitasi anak, stop paksa anak ikut demo. Stop suruh anak kecil kibarin bendera teroris,” pungkas Abu Janda.

Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Forum Mujahid Tasikmalaya melakukan aksi pada Kamis 2 Juli 2020. Aksi itu merupakan respon atas pernyataan Denny Siregar dalam status Facebook-nya pada 27 Juni 2020.

Dalam status itu, Denny menuliskan judul "ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG" dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Soal Pembakaran Bendera PDIP, Begini Tanggapan Budiman Sudjatmiko

Halaman: 
Penulis : Iskandar