logo


Keponakan Trump Sebut Hidup Donald Trump Penuh dengan Kecurangan

Dalam bukunya, Mary Trump mengklaim bahwa Donald Trump merupakan seorang narsistik

8 Juli 2020 18:45 WIB

Donald Trump
Donald Trump Al Jazeera

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sebuah buku yang ditulis oleh keponakan Donald Trump, Mary Trump akan segera dirilis pada pekan depan. Dalam bukunya, Mary menyebut Presiden AS tersebut sebagai seorang yang mementingkan diri sendiri atau narsis.

Dalam buku yang berjudul "Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man", Mary menjelaskan bahwa Trump yang telah menyebabkan perpecahan dalam keluarganya, kini juga telah mengancam keamanan ekonomi dan kesehatan dunia. Ia bahkan menyebut kehidupan Donald Trump dipenuhi dengan skandal dan kecurangan.

Simon & Schuster, penerbit buku, mengumumkan bahwa buku tersebut akan tersedia di pasaran pada 14 Juli 2020 mendatang. Bahkan, sebelum dirilis, buku tersebut kini telah menjadi salah satu dari 10 buku terlaris di situs e-commerce Amazon.


Serangan Bom di Perbatasan Turki-Suriah, 6 Warga Sipil Tewas

Surat Kabar New York Times, yang telah menerima kopian buku tersebut, pada Selasa (7/8) melaporkan bahwa buku tersebut mengklaim bahwa Donald Trump pernah membayar seseorang untuk mengerjakan tes ujian masuk perguruan tingginya. Hasil nilai ujian yang tinggi tersebut membuat Trump diterima untuk kuliah di salah satu kampus prestisius, Universitas Wharton School of Business, Pennsylvania.

"Donald Trump hanya pergi ke gereja ketika ada kamera di sana," ujar Mary Trump mengutip ucapan bibinya, dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (8/7).

"Mengejutkan, memang. Namun itu watak dasar Trump. Ia tidak memiliki prinsip," imbuhnya.

Mary Trump, yang juga merupakan seorang psikolog klinis, mengklaim bahwa presiden AS tersebut memenuhi semua kriteria untuk menjadi seorang narsistik.

"Faktanya adalah pathologi Donald Trump sangat kompleks dan tingkah lakunya seringkali tidak bisa dijelaskan sehingga untuk melakukan diagnosa yang komprehensif dan akurat, diperlukan sejumlah tes psikologi dan nuerofisikal yang Trump sendiri tidak akan pernah mau menjalaninya," kata Mary Trump.

Agen Keamanan Siber Perancis Tak Larang Penggunaan Huawei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×