logo


Fauci Sebut AS Hadapi Gelombang Kedua Wabah Covid-19 yang Lebih Parah daripada Sebelumnya

Dr Anthony Fauci, salah satu pakar penyakit menular AS meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya

8 Juli 2020 15:24 WIB

Dr. Anthony Fauci
Dr. Anthony Fauci istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa masa puncak wabah Covid-19 telah berlalu, dan menyebut AS memiliki tingkat kematian yang paling rendah diantara negara-negara di seluruh dunia. Klaim tersebut mendapat tanggapan dari salah satu pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci.

"Ada banyak hal yang sangat berbahaya dan buruk dari virus (Sars-Cov-2) ini. Jangan biarkan diri anda ikut terbawa 'kepuasan palsu'," ujar salah satu pakar pada Badan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular AS tersebut pada sebuah podcast, dikutip dari Sputnik pada Rabu (8/7).

Fauci, yang juga merupakan penasihat kesehatan untuk Gedung Putih, meminta masyarakat AS untuk tidak terlalu puas dengan situasi yang tengah mereka hadapi saat ini, dimana mereka kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19. Ia memperingatkan bahwa masa puncak gelombang kedua dari wabah Covid-19 di AS nantinya bisa lebih parah daripada yang telah terjadi sebelumnya.


WHO: Tak Mungkin Lakukan Sosial Distancing dalam Pesawat Terbang

"Kita tengah menghadapi masalah serius saat ini. Kita sebelumnya telah mengalami masa puncak wabah dimana ada peningkatan hingga 20.000 kasus per hari selama beberapa bulan...Kita saat ini mengalami peningkatan dimana jumlah tambahan kasus harian bisa mencapai 57 ribu kasus per hari di seluruh penjuru negeri," imbuhnya.

Menurut data yang berhasil dihimpun oleh Johns Hopkins University, Amerika Serikat telah melaporkan leih dari 2,9 juta kasus Covid-19 dengan sedikitnya 131 ribu kematian.

Kematian Covid-19 2 Kali Lipat Korban Perang Vietnam, Hadi: Di Bawah Angka Korban Flu Spanyol

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×