logo


Soroti 'Rumah Sakit Tanpa Kelas', Novel Bamukmin Dicap Sangat Fobia PKI

Hendaru mensinyalir Novel memperoleh pemahaman yang tak sempurna melalui pengalaman orang-orang yang pernah berhadapan secara frontal dengan PKI.

8 Juli 2020 15:08 WIB

Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Novel Bamukmin (tengah).
Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Novel Bamukmin (tengah). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin disebut didera ketakutan yang berlebihan terhadap isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itu diungkapkan oleh Sejarawan Hendaru Tri Hanggoro.

Hendaru menyinyalir Novel memperoleh pemahaman yang tak sempurna melalui pengalaman orang-orang yang pernah berhadapan secara frontal dengan PKI.

“Sangat fobia. Dan (Novel) sudah terlalu over,” ujar Hendaru, seperti dikutip dari Tagar pada Rabu (8/7).


Sindir PA 212, PDIP: Mbok Musuh Kita yang Super Cerdas Gitu lho

Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia tak hanya berisi pertumpahan darah. Misalnya, lanjut dia, momen keakraban tokoh Masyumi dan Nahdlatul Ulama (NU) sempat menikmati kopi bersama usai berdebat dengan para tokoh komunis saat sidang dewan konstituate.

Seperti diketahui, Novel Bamukmin menilai program rumah sakit tanpa kelas yang digagas politisi PDIP mengacu pada istilah ‘masyarakat tanpa kelas’ yang kerap dibicarakan dalam diskusi pemikiran penulis Manifesto Komunis, Karl Marx. Ia menuding PDIP memelihara para komunis dan menjalankan gagasan Karl Marx.

Sindir Aksi Demo RUU HIP, PSI: Khilafah Islamiyah kok Tiba-tiba Merasa Paling Membela Pancasila?

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×