logo


Suguhkan Wisata Perut Bumi, Kementerian PUPR Lakukan Penataan Goa Batu Cermin di KSPN Labuan Bajo

Penataan kawasan Goa Batu Cermin sebagai upaya peningkatan fasilitas wisatawan

8 Juli 2020 08:59 WIB

Kementerian PUPR membangun infrastruktur Goa Batu Cermin di KSPN Labuan Bajo
Kementerian PUPR membangun infrastruktur Goa Batu Cermin di KSPN Labuan Bajo Kementrian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi NTT, Ditjen Cipta Karya tegah membangun infrastruktur di Kawasan Goa Batu Cermin. Goa Batu Cermin merupakan salah satu destinasi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).Goa Batu Cermin menyuguhkan destinasi wisata "perut bumi" dengan pesona batu karang yang berkilau seperti cermin karena terkena sinar matahari.

Penataan Goa Batu Cermin dilakukan dengan membangun sejumlah fasilitas seperti ampiteater (amphitheater) dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal. Selain itu, juga dibangun trekking point menuju goa, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet. Untuk pengerjaan jalur trekking Goa Batu Cermin dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan.


Pemulihan Ekonomi, Kementerian PUPR Lakukan Penataan Kampung Ulos Samosir

Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini bertujuan untuk mendukung percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat Pandemi COVID-19, khususnya mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat di Kota Labuan Bajo.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu. Menteri Basuki berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar dan tentunya untuk bangsa.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” kata Menteri Basuki.

Pembangunan infrasruktur Goa Batu Cermin mulai dikerjakan sejak 16 Maret dan direncanakan selesai pada 13 Desember 2020 dengan progres hingga 29 Juni 2020 mencapai 11,78%. Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor PT. Karya Shinta Manarito dengan anggaran APBN TA 2020 sebesar Rp 27,5 miliar.

Kawasan Goa Batu Cermin diharapkan menjadi daya tarik wisatawan di Nusa Tenggara Timur selain Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Destinasi wisata ini dapat diakses melalui jalur darat dari Bandara Komodo dengan jarak 3,7 km atau hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

 

Tinjau Pembangunan Rusun Pasar Jumat, KemenPUPR Pastikan Selesai Akhir Juli 2020

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×