logo


Jadi Acuan Rumah Sakit, Kemenkes Tetapkan Harga Rapid Test Tertinggi Rp 150 Ribu

Banyak pihak yang mengeluhkan harga rapid test mahal

7 Juli 2020 22:10 WIB

fox6now.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Keseshatan Terawan Agus Putranto telah menetapkan peraturan bagi seluruh awak dan calon penumpang angkutan udara dan laut untuk melampirkan surat keterangan sehat dan surat hasil rapid test. Surat keterangan tersebut dilampirkan saat hendak membeli tiket perjalanan.

Namun banyak masyarakat yang merasa keberatan dengan peraturan tersebut. Pasalnya masyarakat mengeluhkan harga rapid test yang mahal dan berbeda-beda di setiap rumah sakit maupun laboratorium.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo telah mengumumkan harga rapid test tertinggi yakni sebesar Rp 150 ribu. Harga tersebut ditujukan bagi masyarakat yang hendak melakukan pemeriksaan secara mandiri.


PKS: Sekolah dan Kampus Swasta Mulai ‘Angkat Bendera Putih'

"Batasan tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp 150 ribu," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, seperti yang dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (7/7/2020).

Bambang mengatakan harga rapid test tertinggi tersebut bisa menjadi acuan rumah sakit maupun laboratorium sehingga tidak memberatkan masyarakat.

"Agara fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan," pungkasnya.

WHO: Tak Mungkin Lakukan Sosial Distancing dalam Pesawat Terbang

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×