logo


Pompeo Sebut AS Pertimbangkan Pemblokiran Aplikasi TikTok

AS akan segera mempertimbangkan untuk melakukan pemblokiran aplikasi media sosial TikTok

7 Juli 2020 20:30 WIB

TikTok
TikTok istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat dikabarkan segera mempertimbangkan adanya kebijakan pemblokiran puluhan aplikasi buatan perusahaan teknologi asal China, termasuk TikTok, menyusul adanya tudingan yang menyebut Beijing memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melakukan spionase terhadap para pengguna.

"Saya tidak ingin mengeluarkan pernyataan tersebut mendahului Presiden (Donald Trump), namun ini adalah suatu hal yang kami tengah pertimbangkan,"ujar Pompeo pada Senin (6/7) dalam sebuah wawancara dengan Fox News, dilansir dari Reuters pada Selasa (7/7).

Sejumlah politisi AS curiga bahwa TikTok telah membagikan data penggunanya kepada Beijing, dan khawatir mengenai pemerintah China meminta perusahaan domestik di sana untuk membantu dan bekerja sama dengan badan intelijen yang dikendalikan oleh Partai Komunis China.


Israel Luncurkan Satelit Mata-mata Terbarunya

Sebelumnya, konflik yang terjadi di wilayah perbatasan China-India membuat pemerintah India memblokir 59 aplikasi buatan China, termasuk Weibo dan TikTok. Mereka khawatir jika Tiktok telah membagikan data pengguna kepada pihak asing.

Menanggapi hal tersebut, TikTok tak tinggal diam. Mereka membantah tudingan tersebut dengan menyatakan:"TikTok terus berupaya untuk memenuhi kebijakan privasi data dan persyaratan keamanan di bawah undang-undang yang berlaku di India dan tidak pernah membagikan informasi apapun mengenai pengguna kami di India dengan pemerintahan asing," ujar pernyataan TikTok.

"Lebih lanjut, jika kami diminta untuk tidak melakukan hal tersebut. Kami akan memprioritaskan integritas kami dan privasi pengguna," tambahnya.

TikTok bahkan berencana untuk segera menghentikan layananan mereka di Hong Kong.

"Karena situasi belakangan ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan layanan operasi aplikasi TikTok di Hong Kong," tegas TikTok.

Serangan AS terhadap Qasem Solemani Melanggar Hukum Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×