logo


Paksakan Diri Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 di Israel Meroket

Israel terpaksa kembali memberlakukan sejumlah kebijakan pembatasan sosial menyusul meroketnya jumlah kasus Covid-19 pasca lockdown

7 Juli 2020 18:30 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Istimewa

JERUSALEM, JITUNEWS.COM - Israel pada Senin (6/7) kembali memberlakukan sejumlah kebijakan pembatasan sosial menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini. Kebijakan tersebut termasuk menutup sejumlah tempat umum seperti bar dan pusat kebugaran serta melakukan penundaan acara dan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan memberlakukan lockdown parsial di kawasan yang mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19, dan menghindari kebijakan lockdown total seluruh negeri yang tentunya akan melumpuhkan perekonomian.

"Pandemi (Covid-19) terus menyebar. Kasus meningkat secara bertahap setiap harinya," ujar Netanyahu dikutip dari Reuters pada Selasa (7/7).


Mayoritas Warga Kanada Minta Perbatasan AS-Kanada Tetap Ditutup

Untuk itu, pemerintah Israel mengumumkan bahwa pihaknya akan menutup sejumlah tempat hiburan seperi klub dan bar, pusat kebugaran (gym), menghentikan acara dan kegiatan budaya. Jumlah pengunjung di rumah makan juga akan dibatasi, maksimal 20 orang di dalam ruangan, dan 30 orang untuk restoran luar ruangan.

Tempat-tempat peribadatan, seperti sinagoga, masih dibuka namun hanya 20 orang yang diijinkan untuk memasukinya dalam satu waktu, sedangkan untuk transportasi umum seperti angkutan bus, hanya diijinkan membawa 20 orang penumpang.

Pakar penyakit menular Israel, Hagai Levine, menyebut negaranya tidak mempersiapkan situasi usai lockdown dengan baik.

"Apa yang dialami oleh Israel seharusnya menjadi pelajaran bagi seluruh negara: Anda tidak bisa beranjak dari situasi ekstrem ke situasi serupa lainnya...tanpa rencana yang matang," ujarnya.

"Kita harus bertindak sesuai dengan data dan berfokus pada populasi yang rentan, pusat penyebaran dan sejumlah kegiatan yang memiliki resiko tinggi. Virus Corona akan tetap bersama kita dalam waktu yang lama. Ini merupakan lari marathon, bukan sebuah sprint atau lari cepat," imbuhnya.

Terbukti Positif Covid-19, Walikota Atlanta Tak Tunjukkan Gejala

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×