logo


Kalung Anti Corona Kementan, PPP: Berpotensi Merugikan Uang Negara

Menurutnya apabila kemudian produk ini diwacanakan diproduksi dan didistribusikan sebagai bantuan pemerintah, hal ini juga harus dikritisi.

7 Juli 2020 14:42 WIB

Kalung Anti Corona yang diluncurkan oleh Kementan
Kalung Anti Corona yang diluncurkan oleh Kementan ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi IV DPR RI, Ema Umiyyatul Chusnah menyebut klaim Kementerian Pertanian tentang kalung eucalyptus (kayu putih) yang mampu membunuh 42 persen virus perlu ditanggapi dengan kritis.

“Apalagi ada upaya untuk melakukan produksi secara massal untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar Ema di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya apabila kemudian produk ini diwacanakan diproduksi dan didistribusikan sebagai bantuan pemerintah, hal ini juga harus dikritisi.


Kualitas Udara di DKI Membaik Selama Pandemi, Anies: Mau Langit Tetap Biru atau Kembali Ke Abu-abu?

“Hal ini berpotensi menguras APBN dan berpotensi merugikan uang negara jika produk tersebut kemudian tidak terbukti berfungsi sebagaimana yang diklaim Kementan,” tuturnya.

Dalam hal ini, Eva menambahkan apabila produk ini sasarannya untuk komersil maka klaim ‘anti corona’ perlu dikaji lebih lanjut.

“Regulasi terkait Perlindungan Konsumen telah diatur dalam UU No 8 Tahun 1999. UU tersebut memuat kewajiban produsen dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan,” kata dia.

Politisi PPP ini mengatakan diperlukan riset yang panjang untuk bisa memastikan terhadap klaim minyak kayu putih (eucalyptus) dapat membunuh virus corona.

Terlebih berdasarkan informasi sejauh ini, riset yang dilakukan oleh Balitbang baru tahap uji secara in vitro di tingkat sel belum diuji terhadap virus Covid-19 secara langsung. Padahal suatu produk bisa diklaim memiliki fungsi spesifik harus melalui beberapa tahapan termasuk uji secara klinis.

“Perlu riset lebih lanjut terhadap manfaat minyak kayu putih apakah memang secara spesifik bermanfaat untuk penanggulangan covid-19 atau tidak,” kata dia.

Dalam hal ini, Eva menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kewaspadaan untuk mengurangi resiko penularan virus corona dengan cara menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan melakukan social distancing.

“Dengan adanya klaim kalung ‘anti corona’ ada peluang masyarakat menurunkan tingkat kewaspadaan, dan kami menilai hal ini perlu diluruskan, tidak serta merta dengan menggunakan kalung herbal tersebut bisa membuat tubuh kebal terhadap virus,” pungkasnya.

Pemulihan Ekonomi Akibat Covid, Fadel: Pemerintah Harus Berani Berikan Subsidi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×