logo


Pratikno Lontarkan Kata 'Bagus' Empat Kali, Pakar Gestur: Isu Reshuffle Masih Relevan

Pakar gestur sebut pernyataan Pratikno hanya untuk meredam isu reshuffle

7 Juli 2020 07:00 WIB

Mensesneg Pratikno didampingi Duta Arsip Indonesia Rieke Diah Pitaloka melihat salah satu koleksi yang ditampilkan dalam pameran arsip “Sukarno: Besar Bersama Rakyat”, di Aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (22/8).
Mensesneg Pratikno didampingi Duta Arsip Indonesia Rieke Diah Pitaloka melihat salah satu koleksi yang ditampilkan dalam pameran arsip “Sukarno: Besar Bersama Rakyat”, di Aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (22/8). Humas Setkab

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan bahwa teguran keras Presiden Jokowi telah memberi dampak yang signifikan terhadap kinerja para menteri. Oleh karena itu, isu reshuffle tidak lagi relevan. Pernyataan Pratikno tersebut disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7/2020).

Menanggap hal tersebut, pakar gestur Handoko Gani menilai bahwa pernyataan Pratikno hanya untuk meredam isu. Menurutnya, isu reshuffle masih tetap relevan.

"Ini lebah tepat dikatakan sebagai peredaman isu. Kalau tidak ada isu yang hendak diredam, maka segala ekspresi wajah, gestur tangan, hingga pengulangan kata seperti itu tidak akan muncul," kata Handoko dalam keterangannya, seperti dilansir detikcom, Senin (6/7/2020).


Paparkan 4 Parameter Perlu Tidaknya Reshuffle Kabinet, Apindo: Regulasi Jangan Gendut!

Handoko menyoroti kata 'bagus' yang disapaikan oleh Pratikno sebanyak empat kali dalam waktu yang singkat. Menurutnya, kenyataan bisa bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Pratikno.

"Empat kali kata 'bagus' ini artinya masih ada kemungkinan reshuffle kalau tidak bagus. Cuma ketika beliau menyebut itu nggak ada isu, itu bukan hal yang tepat. Isunya akan tetap ada dan relevan ketika kinerja kabinet tidak bagus," jelasnya.

Berikut pernyatan Pratikno yang mengatakan pemerintahan sudah bagus usai ditegur Jokowi.

Isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus. Sekarang ini sudah bagus, semoga bagus terus, tentu saja kalau bagus terus ya nggak relevan lagi reshuffle.

Sebut Marahnya Jokowi Berdampak Positif, Mensesneg: Progres yang Luar Biasa di Kementerian

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×