logo


TKA China Tahap Tiga Dijadwalkan Tiba Hari Ini, DPRD Sultra: Perlu Dilakukan Pengawasan!

DPRD Sultra minta penjelasan terkait spesifikasi keahlian TKA China

7 Juli 2020 05:30 WIB

Ilustrasi tenaga kerja asing.
Ilustrasi tenaga kerja asing. cavettaconsulting.co.uk

JAKARTA, JITUNEWS.COM- 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China direncanakan bekerja di dua industri pemurnian nikel yakni di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. TKA China tersebut didatangkan ke Indonesia secara bertahap.

Tahap pertama telah tiba di Indonesia pada Selasa (23/6) sebanyak 156 orang. Kemudian tahap kedua telah tiba pada Selasa (30/6) sebanyak 105 orang dan tahap ketiga dijadwalkan tiba hari ini Selasa (7/7) sejumlah 261 orang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh meminta kepada PT VDNI dan PT OSS untuk jujur terkait spesifikasi keahlian yang dimiliki TKA China. Pasalnya, ia mendapatkan aduan dari warga bahwa TKA China akan bekerja untuk pekerjaan yang bisa dilakukan oleh tenaga lokal.


Demo Tolak TKA China Gelombang Dua, Mahasiswa: Mereka Bukan Ahli!

Ia juga minta dilakukan pengawasan terkait kedatangan TKA China. Ia ingin dibukakan loket imigrasi di Bandara Haluoleo agar pengecekan legalitas dapat dilakukan dengan baik.

"Sejak awal kita memperdebatkan dan menyepakati, kita tidak menolak investasi selagi mereka mengikuti aturan dan mekanisme yang ada. Untuk itu, perlu dilakuka pengawasan yang independen selain pengawasan struktural yang sudah ada, kita cek betul dan tidak ada pembiaran terhadap hal ini," ujar Abdurrahman seprti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (6/7/2020).

AS Ikut Campur soal Hong Kong, China Siapkan Aksi Balasan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×