logo


Iran Sebut Tewasnya Qasem Solemani adalah Kado Terbesar Trump kepada Terorisme

Iran mendesak Donald Trump untuk diadili karena telah membunuh Qasem Solemani

5 Juli 2020 11:30 WIB

Tempo.co

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran (SNSC), Ali Shamkhani pada Sabtu (4/7) mengatakan bahwa pembunuhan petinggi militer Iran, Qassem Solemani oleh pasukan militer AS merupakan 'kado terbesar' bagi terorisme di kawasan tersebut.

"Kebencian dan dendam AS dan rezim Zionis (Israel) terhadap Qassem Solemani dan Abu Mahdi al-Muhandis muncul karena peran mereka berdua yang tak tergantikan dalam melawan terorisme di kawasan," ujar Shamkhani, dikutip dari Sputnik pada Minggu (5/7).

Oleh sebab itu, ia mendesak dunia internasional untuk mendukung upaya dan pengorbanan Solemani dalam melawan terorisme di Timur Tengah dan sekitarnya.


Sukses Tangani Pandemi Covid-19, Gubernur Tokyo Kandidat Kuat Calon Perdana Menteri Jepang

Pada Senin lalu, Iran telah meminta Interpol untuk menangkap dan mengadili Presiden AS Donald Trump dan puluhan orang lain yang ikut terlibat dalam insiden pembunuhan Qassem Solemani pada 3 Januari 2020 lalu.

"Sangat mungkin sekali untuk mengindentifikasi 36 orang yang ikut berpartisipasi dan terlibat dalam pembunuhan Qasem Solemani, yang diantaranya adalah tokoh-tokoh politik dan militer dari AS dan sejumlah negara lain," ujar Ali Alqasi-Mehr, seorang jaksa penuntut Iran.

"Pada puncak daftarnya ada Presiden AS, Donald Trump," imbuhnya.

Terbunuhnya Qassem Solemani membuat ketegangan Iran-AS semakin meningkat, dimana Iran secara resmi meresponnya dengan melancarkan serangan udara terhadap dua markas pasukan AS di Irak.

Trump: 99% Kasus Covid-19 Tidak Berbahaya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×