logo


TikTok Mengaku Pemerintah China Tak Pernah Minta Data Penggunanya

CEO TikTok menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan membagikan data pengguna kepada pihak manapun

5 Juli 2020 06:09 WIB

time.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Media sosial TikTok menegaskan bahwa mereka tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah China. Pernyataan tersebut muncul menyusul aplikasi tersebut di-banned di India.

Dalam sebuah pernyataan, Bos TikTok Kevin Mayer menyatakan bahwa pemerintah China tidak pernah sekali pun meminta data pengguna mereka. Ia menegaskan bahwa pihaknya juga tidak akan menyerahkan data pengguna jika diminta.

Untuk diketahui, pemerintah China sendiri juga melarang adanya penggunaan TikTok, meskipun aplikasi tersebut adalah buatan salah satu perusahaan teknologi negara tersebut.


Penasihat Ekonomi Trump Sebut China Kirim Ratusan Ribu Warganya Sebarkan Virus di AS

"Saya bisa menjamin bahwa pemerintah China tidak pernah meminta kami terkait data pengguna TikTok India," ujar Kevin Mayer dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (5/7).

Ia menambahkan bahwa data pengguna TikTok India disimpan dalam server Singapura.

"Jika kita nantinya menerima permintaan tersebut di masa mendatang, kami tidak akan mengabulkannya," imbuhnya.

Sejak diluncurkan pada 2017 lalu, TikTok menjadi salah satu platform media sosial yang paling cepat berkembang. India merupakan salah satu pasar terbesar mereka diikuti Amerika Serikat. Untuk itu, TikTok sebenarnya berencana segera membangun pusat data di India.

"Privasi pengguna kami, serta keamanan dan kedaulatan India, merupakan hal yang sangat penting bagi kami," tulis Mayer.

"Kami telah mengumumkan rencana kami untuk membangun pusat data di India," tukasnya.

China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan, AS Kirim Dua Kapal Induk

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×