logo


Cemas dengan Peningkatan Kasus Covid-19, Puluhan Diplomat AS Tinggalkan Arab Saudi

Arab Saudi saat ini telah mencatat adanya peningkatan jumlah kasus secara signifikan hingga lebih dari 200 ribu kasus Covid-19. Namun mereka justru melonggarkan kebijakan lockdown

5 Juli 2020 05:43 WIB

Kabah di Mekkah.
Kabah di Mekkah. cendekia.sch.id

RIYADH, JITUNEWS.COM - Puluhan diplomat asal Amerika Serikat dan keluarganya segera meninggalkan Arab Saudi karena jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat, sedikitnya 30 staf Kedutaan AS di Riyadh, yang sebagian besar bukan warga negara AS, telah terinfeksi virus Covid-19, meskipun mereka bekerja dari rumah (WFH) sejak Maret lalu. Pada bulan Juni kemarin, seorang sopir staf Kedubes tersebut meninggal dunia karena Covid-19. Kemudian ada seorang anggota keluarga dari staf Kedutaan yang menolak untuk dirawat di salah satu rumah sakit di sana sehingga Kedubes AS terpaksa menginterfensi.

Pada bulan Juni lalu, Pihak Kemenlu AS telah menerima pesan yang mengekspresikan adanya kekhawatiran mengenai langkah pemerintah Arab Saudi menangani pandemi COvid-19. Menurut publikasi, beberapa diplomat asal AS juga khawatir bahwa pemerintah Arab Saudi tengah menyembunyikan data riil mengenai jumlah kasus Covid-19.


Terdampak Pandemi, Air France PHK 6500 Karyawan

Sebelumnya, dilaporkan bahwa jumlah pasien virus Corona di Arab Saudi telah menembus lebih dari 200 ribu kasus. Kendati demikian, pemerintah negara tersebut justru melonggarkan kebijakan pembatasan secara bertahap dan mengijinkan pesawat terbang domestik untuk kembali beroperasi yang memungkinkan adanya mobilisasi penduduk di negara tersebut.

Korea Utara Sebut Pertemuan dengan Donald Trump Tak Perlu Dilakukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×