logo


Tak Masuk Daftar 'Hijau' Aturan Karantina Inggris, Portugal: Sangat Tidak Adil

Menteri Luar Negeri Portugal kecewa dengan Inggris yang tidak memasukkan mereka ke dalam daftar negara asal pendatang yang tak wajib karantina 14 hari saat masuk di Inggris

4 Juli 2020 10:55 WIB

Salah satu sudut Kota London
Salah satu sudut Kota London istimewa

LISBON, JITUNEWS.COM - Keputusan Inggris untuk meniadakan aturan karantina bagi pendatang yang berasal dari sejumlah negara mendapat kritikan dari Menteri Luar Negeri Portugal Augusto Santos Silva. Ia menilai hal tersebut tidak adil menyusul semua pendatang dari negara tersebut harus menjalani karantina 14 hari saat masuk ke Inggris.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan pemerintah Inggris ini. Menurut kami hal ini tidak berperasaan dan sangat tidak adil," ujar Santos saat wawancara dengan BBC Radio, dikutip dari BBC pada Sabtu (4/7).

"Tidak masuk akal, Inggris memiliki jumlah kasus 7 kali lipat lebih besar dari Portugal, sehingga menurut kami ini bukan cara yang baik untuk memperlakukan negara sekutunya," imbuhnya.


Putin Sindir Kantor Kedubes AS di Moskow yang Kibarkan Bendera 'Pelangi'

Sementara itu, Perdana Menteri Portugal, Antonio Costa, membandingkan jumlah kasus COvid-19 di Inggris dengan salah satu kawasan pariwisata Portugal, Algarve.

"Anda disambut baik untuk menghabiskan waktu liburan yang aman di Algarve," cuit Costa dalam akun twitter-nya.

Sebelumnya, Inggris telah mengeluarkan daftar negara asal pendatang yang tidak diwajibkan untuk menjalani masa karantina saat tiba di Inggris pada Jumat (3/7). PM Inggris, Boris Johnson menegaskan bahwa aturan 14 hari masa karantina masih diberlakukan bagi pendatang yang berasal dari negara yang masih belum mampu mengendalikan penyebaran virus COvid-19, seperti Amerika Serikat, Yunani, China, Maladewa, Swedia dan Portugal.

Penasihat Ekonomi Trump Sebut China Kirim Ratusan Ribu Warganya Sebarkan Virus di AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×