logo


Hadapi Covid-19, Menkes Terawan Punya Jurus Baru Lagi

Terawan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019

4 Juli 2020 04:00 WIB

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan protokol kesehatan baru.

Demi menekan angka penularan virus corona, Terawan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Kendati demikian, produktifitas warga di tengah pandemi juga perlu dijadikan pertimbangan.


Puluhan Karyawan Terpapar Corona, Unilever Pastikan Produk Tetap Aman

"Dengan menerapkan protokol ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi Covid-19 dalam perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan, yang mana berisiko tinggi terjadi penularan corona akibat berkumpulnya sejumlah atau banyak orang dalam satu lokasi," kata Terawan, melalui pernyataan tertulis, Jumat (3/7).

Terawan mengatakan pemerintah tengah membuka kembali daerah beserta sejumlah sektor publik secara bertahap. Hal itu, lanjut dia, berimplikasi pada mobilitas masyarakat yang semakin meningkat dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Untuk itu, diperlukan protokol pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan dalam rangka penerapan kehidupan masyarakat produktif dan aman terhadap penularan virus corona," ujar dia.

Diterbitkannya surat edaran tersebut, imbuh Terawan, bisa dijadikan panduan bagi petugas yang memiliki kewenangan untuk mengontrol pelaku perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan, serta pengawasan oleh dinas kesehatan daerah.

Hal itu berlaku di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota. Selain itu, panduan juga diperuntukkan lintas sektor demi memastikan masyarakat kembali produktif dan tak khawatir terhadap penularan Covid-19.

Reisa Sebut Kasus DBD Banyak di Wilayah Covid-19 Tertinggi

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×