logo


Tumpas Perilaku Korupsi, Mahfud Dorong Perbaikan Sistem Perekrutan Politik

Menurutnya, politik dan hukum saling berkesinambungan sebab hukum merupakan produk politik.

4 Juli 2020 04:15 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mendorong perbaikan sistem perekrutan politik demi menumpas perilaku kolusi dan korupsi di Indonesia.

"Reformasi itu tiga sampai empat tahun rekrutmen politiknya baik, tapi masuk tahun kelima dan seterusnya sudah sangat transaksional," ujar Mahfud dalam diskusi webinar bertajuk ‘Kembali Pancasila Jati Diri Bangsa’, Jumat (3/7).

Menurutnya, perilaku korupsi bertentangan dengan jati diri bangsa dan ideologi Pancasila. Tindakan tersebut dikatakan sudah merajalela sejak masa reformasi sampai sekarang ini.


Anak Amien Rais Disodorkan Jadi Menteri, PPP Sebut 2 Syarat

"Banyak orang itu kalau di pemerintahan jadi korupsi politik, di mana demokrasi jadi alat korupsi. Korupsi dibicarakan secara demokratis sehingga dianggap sesuatu yang wajar," jelasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menambahkan, politik dan hukum saling berkesinambungan sebab hukum merupakan produk politik. Dia menyebutkan jika rekrutmen politik baik, maka hukum juga baik.

"Jika rekrutmen politiknya transaksional maka hukum akan ditegakkan dengan cara kolutif," tukasnya.

Ungkap Sejarah Demokrasi, Mahfud Md: Berbahaya dan Menimbulkan Massa Liar

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×