logo


Sebut Reshuffle Hanya Pengalihan Isu, PA 212: Masyarakat Justru Maunya Jokowi yang Turun

Novel menilai biang permasalahan negara ini yaitu dari awal ketika Jokowi jadi presiden yang akhirnya krisis multidimensi.

3 Juli 2020 14:00 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyebut ancaman reshuffle kabinet yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengalihan isu belaka.

Menurutnya, isu tersebut sengaja disampaikan demi menutup polemik Rancangan Undang- Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

"Menurut saya, isu reshuffle kabinet adalah isu untuk mengalihkan RUU HIP yang rezim ini sudah sangat terdesak," katanya kepada wartawan, Rabu (1/7).


PDIP Usul RUU HIP Diganti Nama, PA 212: Urusannya Bukan Nama tapi Isinya

Novel menilai pengalihan isu tersebut dapat terlihat dari video Jokowi yang melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni, namun baru diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden pada 28 Juni 2020.

"Pengalihan isu itu sudah bisa dibaca dari pidatonya Jokowi yang baru di-share ke publik setelah kurang lebih 10 hari setelah pidatonya," jelasnya.

Dia menambahkan, masyarakat saat ini menginginkan Jokowi untuk lengser dari jabatannya sebagai kepala negara.

"Karena masyarakat justru maunya Jokowi yang turun dengan cara yang elegan yaitu mengundurkan diri. Karena biang permasalahan negara ini yaitu dari awal ketika Jokowi jadi presiden yang akhirnya krisis multidimensi," tukas Novel.

Sudah Siaga, PA 212: Kita Siap Ganyang PKI Sampai Tuntas!

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×