logo


Ubah Kurikulum untuk Pembelajaran Jarak Jauh, Nadiem: Kesempatan bagi Siswa yang Tertinggal

Nadiem mengatakan ada tiga komponen utama saat PJJ

2 Juli 2020 12:15 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang merumuskan perubahan kurikulum hingga asesmen selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Pembelajaran jarak jauh pun banyak yang harus kita perbaiki, masih banyak yang belum optimal. Jadi ada 1 tim khusus di bagian tim balitbang kita yang sedang merumuskan bagaimana kita me-reformat atau melakukan berbagai macam perubahan pada kurikulum dan asesmen kita selama masa PJJ ini," kata Mendikbud, Nadiem Makarim, dalam rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI, Kamis (2/7).

Nadiem mengatakan bahwa perubahahan kurikulum hingga asesmen bertujuan agar pembelajaran semakin efektif.


Rencana Mendikbud Ubah Ujian Nasional, Fahri Hamzah: Ada Uang, Ada Ruang, Apa Lagi?

"Agar kemungkinan pembelajaran yang efektif itu lebih tinggi, dan ini adalah tentu kalau masalah teknologi atau platform semua sekolah punya preferensi sendiri mau menggunakan apa, mau menggunakan metode apa dan kontennya apa," ujarnya.

"Tapi, sebagai sebuah sistem pendidikan yang dimaksudkan optimalisasi PJJ itu untuk memberikan guru-guru ketenangan dan juga arahan apa yang bisa dia lakukan selama pembelajaran jarak jauh, dan kami sedang merancang kurikulum ini, kurikulum asesmen pada konteks saat dalam PJJ," sambung Nadiem.

Nadiem mengatakan ada tiga komponen utama saat PJJ.

"Saya akan memberikan kisi-kisi, arahan kepada, apa, salah satu arah dari pada penyederhanaan kurikulum asesmen pembelajaran sehingga PJJ lebih efektif. Yang pertama adalah area fokus yang tidak bisa mengerjakan semua. Jadi, kalau kita sederhanakan dan difokuskan kepada 3 komponen yang memang menjadi fokus kita yang fondasional yaitu numerasi, literasi, dan pendidikan karakter," jelasnya.

Nadiem mengatakan bahwa PJJ menjadi kesempatan bagi siswa yang tertinggal.

"Ini merupakan menjadi 1 kesempatan bagi guru-guru dan murid-murid untuk memberikan bantuan remedial untuk siswa yang tertinggal. Jadi, selama periode PJJ ini merupakan kesempatan bagi siswa yang mungkin sedikit tertinggal atau mengalami tantangan di bidang-bidang fondasional untuk mengejar. Jadinya modul-modul ini akan desain juga, ide dengan perspektif kesetaraan yang tepat, bukan hanya dari daerah ke daerah tetapi juga di dalam sekolah pun antarmurid untuk saling mengejar," imbuh Nadiem.

Anies Baswedan Belum Buka Sekolah, Fadli Zon: Ini Kebijakan yang Benar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×