logo


John Bolton Sebut AS Harus Segera Jatuhkan Sanksi Ekonomi kepada Rusia

John Bolton meminta AS untuk segera menjatuhkan sanksi ekonomi jika laporan terkait adanya uang imbalan untuk membunuh pasukan AS di Afghanistan benar-benar terbukti

1 Juli 2020 10:00 WIB

Vladimir Putin dan Donald Trump
Vladimir Putin dan Donald Trump republika

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sejumlah politisi Amerika Serikat, termasuk anggota Partai Republikan, meminta Presiden Donald Trump untuk mempertimbangkan adanya pemberlakuan sanksi ekonomi kepada Rusia jika laporan terkait adanya uang imbalan bagi Taliban untuk menewaskan prajurit AS di Aghanistan benar-benar terbukti.

Adam Schiff, seorang tokoh politik yang berasal dari Partai DEmokrat AS, mengatakan bahwa Trump seharusnya mengambil aksi terhadap Rusia.

"Kita seharusnya mempertimbangkan sanksi apa yang cocok terhadap tindakan Rusia tersebut," ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Reuters pada Rabu (1/7).


Pentagon Tak Temukan Bukti Terkait Rumor Tawaran Uang Imbalan dari Rusia

Sementara itu, kandidat presiden AS pada pilpres bulan November mendatang, Joe Biden menyebut lambatnya reaksi Trump terkait isu tersebut sebagai sebuah 'kelalaian dalam bertugas'.

John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional AS sekaligus politisi Partai Republikan yang baru-baru ini menulis buku yang kontroversial terkait rahasia-rahasia Gedung Putih, mengatakan bahwa jika laporan tersebut terbukti benar, maka hal itu sama saja dengan sebuah serangan langsung yang ditujukan kepada warga negara AS.

"Jelas hal tersebut harus direspon secara serius. (Respon) ini bisa berupa sanksi ekonomi," ujar Bolton kepada Reuters.

Untuk diketahui, Trump kini tengah berada dibawah tekanan menyusul surat kabar The New York Times pada Jumat pekan lalu melaporkan bahwa pihak intelijen militer Rusia telah menawarkan sejumlah uang tebusan bagi pihak yang berhasil menewaskan anggota prajurit AS dan sekutunya yang berada di Afghanistan.

Trump mengklaim bahwa ia tidak diberikan informasi apapun terkait hal tersebut sehingga ia belum meresponnya.

Kasus Covid-19 Meroket, Fauci Sebut AS Perlu Berlakukan Lockdown Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia