logo


Sering Tidur dengan Kipas Angin? Hati-hati Dampak Buruk Mengintaimu

Meski bisa membuat tidur semakin nyenyak, ternyata kebiasaan itu memiliki dampak buruk.

30 Juni 2020 20:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tidak sedikit orang senang menyalakan kipas angin ketika tidur agar tidak merasa gerah.

Meski bisa membuat tidur semakin nyenyak, ternyata kebiasaan itu memiliki dampak buruk.

Apa saja?


Kementan Musnahkan Jamur Enoki di Indonesia, Ada Apa?

1. Sebabkan kelumpuhan wajah

Penyakit kelumpuhan wajah atau Bell Palsy merupakan penyakit yang disebabkan oleh kondisi syaraf yang tegang. Syaraf tegang ini terjadi akibat penggunaan kipas angin dalam jangka waktu yang lama dan membuat suhu wajah menjadi dingin. Kemudian terjadi pembengkakan di daerah wajah tertentu.

2. Kulit kering

Penggunaan kipas angin terlalu lama bisa menyebabkan masalah kulit. Kulit membutuhkan aliran air dalam darah pada saat tidur untuk meregenerasi sel-sel kulit mati.

Kipas angin bisa membuat air menguap sehingga kulit kekurangan cairan dan bersisik.

3. Meningkatkan risiko kematian

Dampak yang paling buruk adalah bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini terjadi jika menggunakan kipas angin dalam waktu yang lama apalagi dalam kondisi ruangan yang tertutup.

Sirkulasi udara yang terbatas, maka oksigen akan semakin menipis dan lama-kelamaan akan habis. Hal tersebut bisa menyebabkan tubuh terpaksa menghirup karbondioksida, gas hasil pernapasan kita sendiri. Dampak buruk menghirup karbondioksida adalah kematian.

Pakar Kesehatan Ingatkan Ada Resiko Terjadinya Gelombang Kedua Covid-19

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata