logo


Pentagon Tak Temukan Bukti Terkait Rumor Tawaran Uang Imbalan dari Rusia

Pentagon menilai adanya rumor terkait tawaran uang imbalan dari Rusia bagi siapa saja yang berhasil menewaskan anggota pasukan AS di Afghanistan, sebagai informasi yang tidak valid

30 Juni 2020 16:45 WIB

Pentagon
Pentagon reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau yang biasa dikenal dengan sebutan Pentagon mengungkapkan bahwa mereka tidak mendapatkan satu bukti untuk menguatkan rumor yang menyebut Rusia telah menawarkan sejumlah uang imbalan bagi Taliban untuk membunuh anggota pasukan Amerika Serikat dan sekutunya di Afghanistan.

"Hingga saat ini, DoD (Pentagon) tidak mendapatkan bukti untuk memvalidasi tudingan yang dilontarkan dari sumber yang tidak jelas tersebut. Terlepas dari hal itu, kita selalu memastikan keamanan dan keselamatan pasukan kita di Afghanistan, dan seluruh dunia, secara serius dan oleh karena itu (kita) menerapkan kebijakan untuk mencegah adanya potensi ancaman yang berbahaya," ujar juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman.

Sebelumnya, rumor tersebut diketahui muncul pertama kali dalam sebuah artikel berita yang dimuat dalam The New York Times pada Jumat pekan lalu. Surat kabar tersebut mendapatkan informasi dari seorang sumber intelijen AS yang tidak disebutkan namanya.


Vaksin Covid-19 Pertama India Segera Diujicobakan untuk Manusia

Menanggapi hal tersebut, pihak Rusia dan Taliban juga telah membantahnya. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya hal tersebut. Ketidaktahuan Donald Trump tersebut kemudian digunakan oleh lawan politik di pemilihan presiden AS bulan November mendatang, Joe Biden untuk melancarkan serangan.

Biden menganggap Trump gagal bertindak karena tunduk kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

India Terima Ancaman Serangan Bom dari Teroris Pakistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia