logo


Eksekusi Rencana Pencaplokan Wilayah Tepi Barat oleh Israel Ditunda

PBB menilai langkah tersebut akan berakibat fatal bagi Israel

30 Juni 2020 13:30 WIB

Ilustrasi bendera Israel dan Palestina.
Ilustrasi bendera Israel dan Palestina. AP Photo

JERUSALEM, JITUNEWS.COM - Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyebut rencana pencaplokan sejumlah wilayah Palestina oleh Israel merupakan hal yang sangat ilegal. Mereka memberikan peringatan bahwa hal tersebut dapat berbuah bencana bagi Israel.

"Pencaplokan adalah hal ilegal," ujar Michelle Bachelet, salah satu petinggi Komisi HAM PBB.

"Apapun bentuk (pencaplokan) itu, bahkan hanya 30 persen dari kawasan Tepi Barat, atau pun lima persen," imbuhnya.


Sejumlah Jet Tempur Su-27 Rusia Berhasil Halau Dua Pesawat Militer AS di Laut Hitam

Ia meminta Israel untuk mendengarkan saran dari dunia internasional dan memperingatkan untuk tidak melakukan upaya yang sangat berbahaya tersebut.

Berbagai pihak internasional kompak mengecam langkah Israel yang rencananya akan mereka mulai lakukan pada 1 Juli mendatang, yang akan menjadi langkah pertama dalam implementasi rencana AS untuk Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan sekaligus wakil Perdana Menteri Israel, Benny Gantz pada Senin (29/6) mengatakan bahwa semua hal terkait rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat tersebut harus ditunda hingga wabah Covid-19 berakhir.

"Semua hal yang tidak berkaitan dengan perang melawan virus Corona harus menunggu hingga wabah berakhir," ujarnya dalam sebuah siaran televisi dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (30/6).

Sementara itu, Jerusalem Post, mengutip sejumlah sumber yang berasal dari pemerintahan AS yang berkaitan dengan isu tersebut, mengatakan bahwa Israel tidak akan mengeksekusi rencana tersebut pada pekan ini karena mereka belum menyelesaikannya.

Presiden Nicolas Maduro Usir Dubes Uni Eropa Keluar dari Venezuela

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia