logo


Perusahaan Tambang Rusia Mengaku Salah atas Pencemaran Lingkungan di Kawasan Kutub Utara

Norilsk Nickel mengaku telah memberhentikan sejumlah karyawan yang bertanggung jawab atas insiden tumpahnya minyak ke wilayah Arktik

29 Juni 2020 14:15 WIB

Polusi di wilayah Arktik,
Polusi di wilayah Arktik, Al Jazeera

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Perusahaan tambang terbesar di Rusia, Norilsk Nickel, berada di balik insiden tercemarnya laut Arktik yang disebabkan oleh tumpahan minyak dalam jumlah besar yang terjadi pada bulan lalu. Perusahaan tersebut dikabarkan telah mencopot sejumlah karyawan yang bertanggung jawab dan bersalah karena telah memompa air pengolahan limbah ke wilayah padang lumut (tundra) yang ada di sekitar tambang.

Insiden tersebut terjadi di sebuah tambang yang berada di wilayah Talnakh, dekat dengan Norilsk. Satu bulan usai insiden pencemaran tersebut, Presiden Rusia, Vladimir Putin kemudian mengumumkan status darurat nasional.

Dikutip dari Al Jazeera pada Senin (29/6), lebih dari 21,000 ton bahan bakar diesel bocor dari sebuah tangki penyimpanan bahan bakar yang berada di Norilsk. Bahan bakar yang tumpah tersebut membuat sejumlah daerah perairan Arktik berwarna merah terang.


Joe Biden Akan Serang Vladimir Putin Jika Terpilih Jadi Presiden AS, Kenapa?

Seorang narasumber, pada Minggu (28/6) kepada Interfax mengatakan bahwa 6000 kubik meter cairan yang biasa digunakan untuk memproses bahan mineral di beberapa fasilitas juga telah dibuang ke alam. Ia mengatakan bahwa sangat mustahil untuk memperkirakan sejauh apa air tercemar tersebut telah menyebar.

Soal Uang Imbalan Rusia, Doland Trump: Tak Ada Seorang pun yang Memberitahu Saya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia