logo


Joe Biden Akan Serang Vladimir Putin Jika Terpilih Jadi Presiden AS, Kenapa?

Intelijen Rusia diduga telah menawarkan sejumlah imbalan bagi semua pihak yang berhasil menewaskan anggota pasukan AS dan sekutu di Afghanistan. Jika hal tersebut benar, maka Joe Biden akan melakukan aksi balasan jika dirinya terpilih menjadi presiden AS

29 Juni 2020 10:07 WIB

Joe Biden
Joe Biden politico

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak tahu bahwa intelijen Rusia telah menawarkan sejumlah hadiah bagi semua pihak yang berhasil membunuh pasukan AS di Afghanistan. Hal tersebut mendapat kritikan tajam dari kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Biden mengatakan bahwa jika kabar terkait adanya 'hadiah' tersebut benar, maka sikap pemerintahan Donald Trump tersebut merupakan sebuah hal yang mengejutkan. Ia bahkan menyebut Trump telah merendahkan diri di hadapan Putin.

"Tidak hanya gagal untuk menjatuhkan sanksi ataupun konsekuensi lainnya terhadap Rusia karena telah melanggar sejumlah undang-undang internasional, Donald Trump juga melanjutkan kampanye memalukannya dengan menunjukkan rasa hormat dan merendahkan diri di hadapan Vladimir Putin," ujar Biden.


China Sebut Tuduhan Kanada dan AS Terkait Penahanan Dua Warga Kanada Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

Biden menyatakan bahwa jika dirinya menjadi presiden, maka ia tentunya sudah melakukan aksi balasan kepada Rusia terkait masalah tersebut.

"Jika saya terpilih menjadi presiden...Vladimir Putin akan kita lawan dan kita akan menjatuhkan sanksi serius untuk Rusia," tambahnya.

Sebelumnya, kantor berita New York Time mengabarkan bahwa intelijen Rusia telah menawarkan sejumlah hadiah bagi semua pihak yang berhasil menyerang dan menewaskan anggota pasukan AS dan sekutunya di wilayah Afghanistan. Kabar tersebut langsung dibantah oleh Kemenlu Rusia.

Rusia Dituding Beri Hadiah bagi Pembunuh Anggota Pasukan AS dan Sekutunya di Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia