logo


Rusia Dituding Beri Hadiah bagi Pembunuh Anggota Pasukan AS dan Sekutunya di Afghanistan

Rusia menilai tudingan tersebut merupakan ketidakmampuan intelijen AS dalam membuat propaganda

29 Juni 2020 09:41 WIB

Tentara AS di Irak
Tentara AS di Irak VoA

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Intelijen Amerika Serikat menyimpulkan bahwa militer Rusia telah menawarkan sejumlah uang sebagai hadiah kepada kelompok militan di Afghanistan yang berhasil membunuh anggota pasukan AS dan sekutunya. Hal tersebut dikabarkan oleh New York Times pada Jumat akhir pekan lalu.

Menurut surat kabar tersebut, pihak intelijen Rusia yang terlibat dalam sejumlah kasus pembunuhan di Eropa telah menawarkan sejumlah hadiah untuk setiap serangan yang berhasil dilakukan pada tahun 2019 lalu.

Hal tersebut tentunya mendapat pertentangan dari pighak Rusia.


Kedubes China Desak AS Cabut Kebijakan Pembatasan Visa bagi Diplomat Mereka

"Sampah informasi primitif ini jelas menunjukkan rendahnya kemampuan intelijen AS dalam membuat sebuah propaganda," ujar Kementerian Luar Negeri Rusia pada sebuah pernyataan yang dikutip oleh Agen berita RIA, dilansir dari Reuters pada Senin (29/6).

Usai hampir 20 tahun berperang melawan Taliban, AS belakangan ini mencari peluang untuk melepaskan diri dari Afghanistan dan berupaya untuk menciptakan perdamaian atara pemerintah negara tersebut dengan kelompok militan.

Pada akhir bulan Februari lalu, AS dan Taliban menandatangani perjanjian yang meminta AS untuk segera melakukan penarikan pasukan dari wilayah Afghanistan secara bertahap.

China Sebut Tuduhan Kanada dan AS Terkait Penahanan Dua Warga Kanada Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia