logo


Pengamat Sebut Demo Tolak RUU HIP Didorong Rasa Frustasi dan Politisasi

Politisasi isu soal UU HIP yang diembuskan oleh kubu oposisi dengan wacana komunisme dan anti-Islam.

29 Juni 2020 04:00 WIB

Aksi PA 212
Aksi PA 212 Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai terdapat dua alasan yang mendorong digelarnya aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Diketahui demonstrasi itu dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

"Pertama, politisasi isu soal UU HIP yang diembuskan oleh kubu oposisi dengan wacana klasik soal komunisme dan anti-Islam," kata Wasisto, seperti dilansir dari Tagar, Minggu (28/6).


Demo Tolak RUU HIP Jilid 2, PA 212 Ancam Duduki DPR

Kedua, lanjut dia, inisiasi RUU HIP dilakukan tidak terbuka. Sementara saat ini masyarakat tengah berjibaku menghadapi pandemi Covid-19.

"Saya pikir konklusi yang terjadi kemudian adalah penolakan itu muncul sebagai respons masyarakat yang entah itu terpolitisasi atau frustasi karena pandemi," jelas dia.

Tak Gentar Hadapi PDIP, PA 212: Ente Jual Ane Borong, Ente Borong Ane Obral

Halaman: 
Penulis : Iskandar