logo


Kerap Serang Jokowi, Ribuan Alumni Desak Pengunduran Din Syamsuddin dari MWA ITB

Din Syamsuddin dianggap melanggar amanat statuta ITB

27 Juni 2020 04:30 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Din Syamsuddin diminta berhenti sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung (ITB) oleh ribuan alumni. Pasalnya, Din dinilai melanggar statuta atau pedoman penyelenggaraan kegiatan ITB dengan melakukan beberapa serangan ke pemerintah Jokowi-Ma'ruf.

Alumni ITB menilai Din Syamsuddin telah melakukan pelangggaran berat. Din telah menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) tidak jujur dalam pilpres 2019 lalu.

"Pernyataan politis yang konfrontatif ini dilontarkan saat yang bersangkutan belum dua bulan menyandang status sebagai anggota MWA ITB," seperti dikutip dari salinan surat alumni ITB yang dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (26/6/2020).


Fahri Hamzah: Dapur Jokowi Tampak Kacau di Periode Kedua

Dalam webinar yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Din Syamsuddin juga mangatakan bahwa pemerintahan Jokowi otoriter, dan represif. Selain itu, Din telah menuduh bahwa pemerintah diktaktor dan tidak mampu menjadi pemimpin yang baik.

"Dapat disimpulkan yang dimaksud rezim otoriter, represif, adalah pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo karena menggunakan kata 'kita' yang merujuk pada dirinya sendiri dan semua peserta webinar," jelasnya.

"Prof Din tidak segan menyerang pemerintah Jokowi dengan melancarkan tuduhan negatif yang tak cukup punya validitas," ujarnya.

Alumni ITB menyebut bahwa Din Syamsudin telah melanggar PP Nomor 65 Tahun 2013 yang menjelaskan bahwa anggota MWA harus memiliki rekam jejak yang bagus dalam bermasyarakat, termasuk mempunyai hubungan yang membangun antara pemerintah, masyarakat, dan ITB.

Soal Pembakaran Bendera PDIP, Hasto: Itu Tujuannya Ganggu Jokowi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati