logo


Kongo Sukses Akhiri Wabah Ebola, WHO: Jangan Terlalu Puas

Untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19, WHO meminta dunia internasional untuk mengambil pelajaran dari Kongo yang berhasil mengakhiri wabah Ebola.

26 Juni 2020 19:07 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah Hampir dua tahun setelah berjuang, Republik Kongo berhasil menghentikan wabah Ebola, ditandai dengan pasien terakhir dinyatakan sembuh pada Kamis (26/6). Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Ini adalah waktunya untuk merayakan namun jangan terlalu puas. Virus tidak pernah berhenti," ujarnya dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Guardian pada Jumat (26/6).

Ia mengatakan bahwa wabah Ebola telah membuat Republik Kongo memiliki persenjataan yang lebih baik untuk menghadapi situasi darurat kesehatan yang masih ada saat ini, termasuk pandemi Covid-19.


Outlet Ditutup Akibat Pandemi, Pendapatan Nike Turun 38 Persen

"Wabah Ebola telah membuat Kongo meningkatkan sistem layanan kesehatan masyarakat. Lima laboratorium baru, petugas medis yang terlatih serta langkah pengendalian dan penanganan yang merupakan bagian dari respon terhadap Ebola juga kembali diterjunkan untuk menghadapi Covid-19," lanjutnya.

Saat virus Sars-Cov-2 menyebar ke seluruh dunia, Kongo langsung melakukan kontak tracing, memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengumpulkan data, dan menyebarkan informasi secara cepat serta membunyikan alarm kepada semua penduduk, terutama di sejumlah kawasan yang berpotensi terjadi ledakan jumlah infeksi. Oleh karena itu, Tedros meminta sejumlah negara untuk mengambil contoh dari Kongo.

"Kegigihan dan kecerdikan yang dimiliki oleh Kongo terbukti menjadi aset yang tak ternilai terkait respon mereka terhadap Ebola untuk melawan ancaman virus baru seperti Covid-19 dan wabah yang sudah ada seperti malaria dan kolera," ujarnya.

"Masyarakat Kongo juga berhasil mengakhiri wabah dengan komitmen tinggi terhadap ilmu pengetahuan, data dan komunitas, dan dengan solidaritas internasional,"tukasnya.

Justin Trudeau Tak Sudi Tukar Meng Wangzhou dengan Dua Warga Kanada yang Ditahan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia