logo


Fahri Hamzah: Dapur Jokowi Tampak Kacau di Periode Kedua

Hal itu terlihat dari tidak adanya sinkronisasi data yang akurat soal pemerintahan.

26 Juni 2020 13:05 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menilai ada tiga persoalan mendasar yang diperbaiki oleh pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di periode kedua ini. Tiga komponen itu adalah dapur, operator dan penasehat presiden.

Menurutnya dapur pemerintahan Jokowi di periode kedua ini tampak kacau. Hal itu terlihat dari tidak adanya sinkronisasi data yang akurat soal pemerintahan.

"Dapurnya ini masih kacau. Kalau dapurnya itu kuat, maka masakannya itu pasti nikmat. Tapi karena ini dapurnya gak bener, maka baunya tidak sedap. Apalagi kalau dicicipi, maka akan berantakan itu," ujar Fahri Hamzah dalam diskusi online yang digelar Forum Monitor bertajuk 'Persepsi Publik Terhadap Kinerja Jokowi-Ma'ruf: Siapa Layak Di Reshuffle?" di Jakarta, Kamis (26/6/2020).


Jokowi Beri Target 2 Minggu Kasus Covid-19 di Jatim Turun, Risma: Kita Kerja Mulai Kemarin-kemarin

Dalam hal ini, Fahri menyarankan agar Jokowi berkaca dari periode sebelumnya, sebab Jokowi dinilai sudah memiliki pengalaman yang mumpuni.

Jokowi diminta untuk memilih jajaran orang terdekatnya mulai dari lingkaran Sekretaris Negara, Sekretariat Kabinet dan Kantor Staf Presiden.

"Kalau dapur bekerja baik, maka akan harum. Apalagi ini periode kedua, seharusnya Pak Jokowi sudah berpengalaman di periode pertama," tuturnya.

Hal demikian juga berlaku bagi operator. Menurut Fahri, operator ini berada pada tingkat Menko. Meski tidak berada dalam Undang-undang, akan tetapi jabatan ini diberikan presiden melalui Keppres.

Fahri mengatakan seorang Menko harus bertanggungjawab sepenuhnya atas sektor yang dibawahinya.

"Seorang Menko ditugaskan mengkoordinir sektor, sehingga sektor ini deliver semua. Misalnya Menko Kesra, isu Covid-19 ini ada di tangan Menko Kesra, dia bertanggungjawab penuh atas sektor kesehatan, kemiskinan, atau kementerian sosial dan pendidikan dan semua sektor-sektor yang berat efeknya diterima negara pasca Covid-19. Tapi kita tidak melihat inisiatif yang kuat dari Menko Kesra ini," kata Fahri.

Terakhir, Fahri mengatakan bahwa Presiden memerlukan adanya Penasehat. Di masa sekarang ini, ia menilai Presiden Jokowi hendaknya memfungsikan wakilnya Ma'ruf Amin menjadi penasehatnya di bidang agama.

Dengan adanya penasehat ini, Presiden akan lebih tenang dan mampu bijak dalam mengambil sebuah kebijakan. Fahri menekankan, posisi ini layak diberikan kepada Ma'ruf Amin, terlebih merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia dan memiliki basis umat Islam terbesar di Indonesia.

"Presiden memerlukan penasehat agama, ketenangan jiwa, tausiyah pada orang itu. Presiden harusnya mengaktifkan KH Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia. Ini yang bisa menjadikan Presiden tenang, dan membuat keputusan dengan tenang juga," pungkasnya.

Fahri Hamzah: Menteri yang di Atas Kertas Menyedihkan, Tidak Tampak di Medan Pertarungan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×