logo


Survei ASI: Mayoritas Publik Setuju Dilakukan Reshuffle Kabinet

Temuan itu mendapati tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet indonesia maju relatif tampak kurang menggembirakan karena angkanya rata-rata justru berada di bawah 50 persen.

26 Juni 2020 12:27 WIB

Joko Widodo-Ma\'ruf Amin bersama menteri kabinet
Joko Widodo-Ma'ruf Amin bersama menteri kabinet Instagram @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Hasil survei yang dilakukan lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) mengenai “Evaluasi Publik Jelang 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin” menemukan temuan yang cukup mencengangkan.

Temuan itu mendapati tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet Indonesia maju relatif tampak kurang menggembirakan karena angkanya rata-rata justru berada di bawah 50 persen.

Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an mengatakan mayoritas publik atau sebanyak 67,4 persen mengatakan puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.


Pakar: Jokowi Sendirian dalam Menenangkan Publik Tentang Isu Virus Corona

Akan tetapi, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin relatif tampak kurang menggembirakan karena angkanya rata-rata justru berada di bawah 50 persen.

"Rata-rata menterinya justru dibawah 50 persen. Saya membaca publik dalam melihat pemerintahan ini tidak paket, yakni antara menteri dengan pemerintahan itu sepertinya dianggap berbeda. Padahal, pemerintah itu memberikan mandat kepada menteri," ujar Ali Rif'an dalam diskusi online yang digelar Forum Monitor bertajuk 'Persepsi Publik Terhadap Kinerja Jokowi-Ma'ruf: Siapa Layak Di Reshuffle?" di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Dalam hal ini, Ali Rif'an juga mengaku kaget ketika mayoritas publik setuju dilakukan adanya reshuffle atau perombakan kabinet.

Dimana berdasarkan temuan itu, ia menilai bahwa mandat yang telah diberikan Presiden kepada para menterinya tidak dijalankan secara maksimal.

"Saya agak kaget datanya cukup fantastik, dalam temuan kami, angkanya 75,6 persen masyarakat setuju dilakukan adanya reshuffle, sementara yang tidak setuju 16,9 persen, sisanya 7,5 persen tidak setuju dan tidak menjawab," paparnya.

Namun Ali menegaskan, hasil survei tersebut masih bisa dikatakan stabil dan menggembirakan.

“Hal ini, jika melihat dari sisi ekonomi, pemerintah justru dianggap masih mampu dalam mengendalikan ekonomi nasional pasca dampak pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Diminta Reshuffle Kabinet, Begini Tanggapan Istana

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×