logo


Fahri Hamzah Minta Ketua MUI Difungsikan Sebagai Penasehat Agama Presiden Jokowi

Menurutnya dalam kondisi yang terjadi saat ini, penasehat yang diperlukan Presiden Jokowi adalah penasehat agama.

25 Juni 2020 17:32 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerlukan penasehat yang selalu hadir disampingnya.

Menurutnya dalam kondisi yang terjadi saat ini, penasehat yang diperlukan Presiden Jokowi adalah penasehat agama.

“Presiden memerlukan penasehat, harusnya Presiden itu dalam keadaan seperti ini mengambil penasehat itu orang yang kira-kira kompetibel dengan keperluannya. Presiden ini memerlukan penasehat agama, ketenangan jiwa. Istilahnya tausiyah kata orang,” ujar Fahri dalam forum diskusi yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis (25/6/2020).


Ma'ruf Amin Diarahkan Jokowi soal RUU HIP, MUI Sedih

Dalam hal ini, Fahri meminta Presiden RI Joko Widodo untuk memfungsikan Ketua MUI yang dijabat oleh Ma'ruf Amin sebagai penasehat pribadinya.

“Seharusnya presiden mengaktifkan Kyai Haji Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama. Ini yang sebenarnya hari-hari bikin presiden tenang supaya mengambil keputusan yang tenang. Dan termasuk juga memilih tema-tema yang harus disepakati dengan DPR yang tidak kontroversial,” kata Fahri.

Fahri menyebut Presiden Jokowi seharusnya di periode kedua ini tidak perlu membuat kebijakan-kebijakan yang kontroversial seperti menyetujui jalannya Undang-Undang (UU) Monibuslaw, RUU HIP dan lain sebagainya.

“Hari ini presiden harusnya pada periode kedua, dia nggak bakalan maju lagi ngapain dia nyari musuh. Dia masih bertengkar sama orang, mungkin dia bilang saya tidak ikut bertengkar, tapikan dari meja bapak presiden itulah keluar problem-problem yang kontroversial,” katanya.

Dari sinilah, Fahri Hamzah kembali menegaskan bahwa Presiden Jokowi membutuhkan seorang penasehat yang baik.

“Seharusnya wakil presiden itu karena dia tidak memimpin lembaga atau struktur kenegaraan karena dalam sistem kita wapres itu hanyalah berguna kalau dipakai oleh Presiden ya fungsikanlah Pak Ma’ruf Amin sebagai penasehat,” kata Fahri.

“Misalnya Pak Ma'ruf sebagai ketua MUI, apasih yang harus kita ambil supaya orang Islam itu tidak perlu demo-demo lagi, kitakan sedang menghadapi Covid-19 bersama-sama, lalu kita ingin sejahtera bareng semua dapat bagian dari jalannya pemerintahan. Kita ingin mereka semua mendapatkan penghasilan yang layak bagi masa depannya. Harusnya itu yang dijalankan,” pungkasnya.

Fahri Hamzah Sedih Tes Corona Mahal, Fadli Zon: Peluang Bisnis Baru di Tengah Kesempitan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar