logo


Tanggapi Soal Pembakaran Bendera, PA 212: Mestinya PDIP yang Minta Maaf

PA 212 sebut PDIP telah menyulut amarah masyarakat dengan menjadi inisiator RUU HIP

25 Juni 2020 14:28 WIB

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif
Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif buka suara terkait pembakaran bendera PDIP saat unjuk rasa tolak pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Rabu (24/6/2020). Menurutnya, PDIP lah yang seharusnya meminta maaf karena telah menjadi inisiator RUU HIP sehingga menyulut amarah masyarakat yang berujung pada pembakaran bendera.

"Mestinya PDIP yang harus minta maaf karena anggotanya yang telah menjadi inisiator RUU HIP sehingga membuat gaduh dan resah masyarakat," ujar Slamet Maarif seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (25/6/2020).

Ia pun mempersilahkan pihak-pihak yang akan membawa kasus pembakaran bendera tersebut ke jalur hukum. "Siapapun silahkan mengambil jalur hukum jika ada pihak-pihak yang diduga melanggar hukum," ujarnya.


PDIP Tempuh Jalur Hukum Soal Pembakaran Bendera, PPP: Maafkan Saja

Slamet Maarif mengaku akan menaati semua proses hukum terkait kasus tersebut. Meski demikian, ia juga meminta inisiator RUU HIP ditindak secara hukum.

"Pemerintah dan pihak keamaan juga harus menegakan hukum kepada siapapun, kelompok apapun yang terindikasi mau mengganti Pancasila dengan Trisila atau Ekasila," pungkasnya.

Bendera Partai Dibakar saat Demo Tolak RUU HIP, PDIP Jaktim Bakal Long March Minta Pelaku Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×