logo


Pakar Kesehatan Ingatkan Ada Resiko Terjadinya Gelombang Kedua Covid-19

Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan kepada semua negara yang telah membuka kembali perekonomian untuk mempersiapkan skenario terjadinya gelombang kedua Virus Corona Covid-19

25 Juni 2020 12:45 WIB

Petugas kesehatan Inggris diminta menggunakan apron berbahan plastik saat menangani pasien virus Corona Covid-19 karena baju APD lengkap semakin langka
Petugas kesehatan Inggris diminta menggunakan apron berbahan plastik saat menangani pasien virus Corona Covid-19 karena baju APD lengkap semakin langka The Sun

LONDON, JITUNEWS.COM - Keputusan sejumlah pemimpin negara untuk melonggarkan dan mencabut kebijakan lockdown guna memulihkan kondisi perekonomian membuat para pakar kesehatan khawatir akan terjadinya gelombang kedua wabah virus Corona Covid-19.

Sejumlah pakar kesehatan Inggris meminta pemerintahan di seluruh dunia, khususnya untuk Perdana Menteri Boris Johnson untuk bersiap menghadapi beberapa skenario terburuk.

"Bukti yang ada mengindikasikan bahwa tingkat infeksi di level lokal terus meningkat dan gelombang kedua (wabah Covid-19) merupakan bahaya yang nyata," ujar para pakar kesehatan tersebut dalam jurnal kesehatan Inggris dikutip dari Reuters pada Kamis (25/6).


Hakim Federal Brazil Desak Bolsonaro Gunakan Masker

Terjadinya penyebaran pada klaster pabrik pengepakan daging di Jerman belakangan ini yang membuat pemerintah negara tersebut terpaksa memberlakukan lockdown lokal untuk dua kota, membuat sejumlah negara di kawasan Eropa yang telah membuka perekonomiannya menjadi khawatir.

Dengan mengumumkan bahwa Inggris telah membuka kembali perekonomian, Perdana Menteri Boris Johnson mengijinkan restoran, hotel dan cafe di negara tersebut untuk kembali beroperasi mulai 4 Juli mendatang. Ia bahkan menyebut bahwa pemerintah Inggris tidak percaya bahwa gelombang kedua wabah Covid-19 akan terjadi sehingga membuat sistem layanan kesehatan di sana kembali terpukul.

Sementara itu, Kepala program darurat WHO, Mike Ryan mengatakan bahwa semua negara yang telah membuka perekonomian kemungkinan akan mengalami peningkatan jumlah kasus lagi. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh para pakar kesehatan.

"Ilmu pengetahuan (Science) masih menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan," ujar Ryan.

Jumlah Kematian Covid-19 di Amerika Latin Bisa Tembus 388 Ribu Bulan Oktober Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×