logo


Sebut Tuntutan PA 212 Berhentikan Jokowi Nggak Nyambung, NasDem: Kaki Gatel Kepala yang Digaruk

Partai NasDem menyebut tuntutan PA 212 dkk tidak nyambung

25 Juni 2020 10:01 WIB

Ilustrasi Aksi PA 212
Ilustrasi Aksi PA 212 Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menanggapi tuntutan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan peserta demo tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang mendesak MPR menggelar sedang istemewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi. Menurutnya, tuntutan tersebut tidak nyambung.

"Nggak nyambung banget ini, ibaratnya kakinya gatel, kepalanya yang digaruk," kata Ahmad Ali kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Ahmad Ali mengatakan harusnya Presiden Jokowi diberi apresiasi. Pasalnya, Jokowi tidak mengirimkan utusan ke DPR untuk membahas RUU HIP. Itu artinya, pembahasaan RUU HIP tidak dilanjutkan.


Polemik Tuntutan Ringan Kasus Novel, Ngabalin: Presiden Tak Ada Urusan

"Ini kan harusnya mereka mengapresiasi Jokowi dong, kalau kemudian mereka marah tentang RUU HIP, itu harus mengapresiasi Jokowi, karena Jokowi tidak melanjutkan pembahasannya," imbuhnya.

"Dalam pembahasan UU kan ada dua pihak, pihak DPR yang tanda kutip setuju untuk dibahas, walaupun dalam pembahasan ada banyak dinamika, tapi pemerintah kan jelas lewat Menko Polhukam tidak melanjutkan pembahasan, kalau pemerintah tidak setuju kan nggak bisa dibahas, nyambungnya apa dengan Jokowi?" ujar Ahmad Ali.

Lebih lanjut, Ahmad Ali mengatakan harusnya masyarakat berjuang bersama melawan wabah corona. Bukan malah melakukan sesuatu yang tidak nyambung.

Sindir Aksi Demo, Denny Siregar: Dengar FPI Bela Pancasila Seperti Dengar Lucinta Luna Hamil, Halu!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×