logo


PA 212 Minta Jokowi Diberhentikan, PBB: Jangan Menjadikan Presiden Sasaran Amarah

Dalam aksi penolakan RUU HIP, PA 212 meminta MPR menggelar sidang untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo.

24 Juni 2020 20:15 WIB

Aksi PA 212
Aksi PA 212 Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta MPR menggelar sidang untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal itu, Partai Bulan Bintang (PBB) menjelaskan syarat pemberhentian presiden.

"Keliru meminta MPR memberhentikan Presiden. Berikut syarat yang harus dilalui, Merujuk pada Pasal 7A UUD 1945 hasil perubahan ketiga tahun 2001, diatur mengenai syarat-syarat memberhentikan presiden yang terdiri dari tiga syarat. Pertama, presiden atau wakil presiden melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, penyuapan atau korupsi dan melakukan tindak pidana berat dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," kata Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono, Rabu (24/6).


Tanggapi Permintaan PA 212, KSP: Tuntutan Pemakzulan Jokowi Salah Alamat dan Absurd

Ia mengimbau untuk tidak menjadi presiden sebagai sasaran amarah.

"Maka saya menghimbau agar jangan menjadikan Presiden sasaran amarah, mari rasional tolak RUU HIP dengan Konstitusional memberikan aspirasi penolakan pada DPR RI, wajib bagi bangsa ini selalu bertindak secara konstitusional," ujarnya.

Ingin Tahu Pengusul RUU HIP, PA 212: Bukti Dia Ingin Membawa Kembali PKI Baru

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex