logo


Polisi Inggris Segera Investigasi Insiden Spanduk 'White Lives Matter' di Atas Stadion Manchester City

Insiden pengibaran spanduk bertuliskan "White Lives Matter" yang dikibarkan dari sebuah pesawat saat pertandingan Manchester City dan Burnley FC sedang berjalan

24 Juni 2020 13:00 WIB

Spanduk White Lives Matter yang dikibarkan dari sebuah pesawat terbang diatas Etihad Stadium saat laga Manchester City dan Burnley FC berjalan
Spanduk White Lives Matter yang dikibarkan dari sebuah pesawat terbang diatas Etihad Stadium saat laga Manchester City dan Burnley FC berjalan Al Jazeera

LONDON, JITUNEWS.COM - Kepolisian Inggris melakukan investigasi terkait adanya insiden pengibaran banner bertuliskan "White Lives Matter Burnley" di atas Etihad stadium, markas klub Manchester City saat pertandingan Liga Premier antara Manchester City dan Burnley FC.

Sebuah pesawat yang membawa banner tersebut terbang di atas stadion beberapa putaran selama beberapa menit sesaat setelah para pemain dan staf pelatih kedua tim melakukan aksi penghormatan atas gerakan Black Lives Matter.

Dalam cuitan Twitter, Kepolisian Lancashire mengatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi secara menyeluruh terkait insiden tersebut.


Rusia: Tidak Ada Solusi Militer untuk Konflik Libya

Aksi tersebut mendapat kecaman dari pihak tim Burnley, dimana mereka mengatakan akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib dalam mengungkap siapa yang melakukan aksi tersebut.

Ketika Liga Premier Inggris musim 2019/2020 kembali dilanjutkan pada pekan lalu, nama pemain yang ditempatkan pada bagian belakang seragam digantikan dengan tulisan "Black Lives Matter". Para pemain, staf pelatih dan panitia pertandingan melakukan aksi penghormatan selama sepuluh detik sebelum kick-off.

"Kata-kata tersebut tidak bermaksud menyerang; Itu hanya sebuah konteks. Itu adalah sebuah penolakan dari apa yang saat ini tengah kita bicarakan (Black Lives Matter)," ujar Iffy Onuora, salah satu pejabat Asosiasi Pesepakbola Profesional, dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (24/6).

Uni Eropa Akan Larang Pelancong dari AS Masuk Wilayah Mereka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia