logo


Soroti Polemik PPDB DKI Berdasar Usia, Golkar: Diskriminatif dan Tidak Berkeadilan!

Politisi Golkar menilai PPDB DKI melanggar aturan dari Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019

24 Juni 2020 09:38 WIB

Ilustrasi Murid SMP
Ilustrasi Murid SMP

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sejumlah orang tua murid yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (Geprak) menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2020). Mereka memprotes sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan seleksi umur. Orang tua merasa khawatir dengan nasib anak-anak mereka yang tidak bisa mendaftar ke sekolah yang diinginkannya karena kalah dengan anak yang lebih tua.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Basri Baco menilai PPDB berdasarkan umur adalah aturan yang diskriminatif. Selain itu aturan tersebut juga melanggar Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

"Aturan ini diskriminatif dan tidak berkeadilan, aturan ini juga melanggar hak asasi anak. Aturan ini juga melanggar Permendikbud No 44 Tahun 2019," kata Basri kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).


Demo PPDB Pakai Usia, Orang Tua Murid Geram: Anak Saya Pinter Jadi Sia-sia Kalah Sama Umur

Menurutnya, aturan tersebut merugikan banyak siswa. Oleh karena itu, ia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk membatalkan aturan tersebut.

"Intinya aturan itu merugikan dan mengorbankan banyak siswa sehingga harus dibatalkan atau dikembalikan ke nilai sebagai penentu utama dari anak yang masuk sekolah negeri," tandasnya.

Anies Sebut Covid-19 Terkendali, DPRD DKI: Pernyataan Tak Bijak Ini Bisa Buat Masyarakat Gamang

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati