logo


"SELTIMA", Teknologi Baru Peningkat Produktivitas Padi

Ampuh tangkal kehilangan hasil panen sebanyak 50%

7 April 2015 13:08 WIB

Lahan pertanian produktif (ISTIMEWA)
Lahan pertanian produktif (ISTIMEWA)

JOMBANG, JITUNEWS.COM- Setiap tahun kabupaten Jombang-Jawa Timur, surplus beras sebanyak 145 ribu ton. Hal tersebut diungkapkan oleh Mundjidah Wahab, selaku Bupati Jombang. Nilai tersebut diperoleh dari produksi padi yang mencapai 431 ribu ton gabah kering giling (GKG), dengan luas lahan sawah sebanyak 48.900 hektare. Sementara supply padi di Jawa Timur (Jatim) dipatok sebanyak 20 juta ton GKG.

Adapun produktivitas GKG di Jombang, yakni sebesar 6,4 juta ton/hektare dengan produktivitas GKG nasional yang hanya 5,1 juta ton/hektare. Dengan "SELTIMA" yang merupakan salah satu teknologi mutakhir peningkat produktivitas tanaman padi, setidaknya setiap hektare lahan sawah bisa menghasilkan GKG sebanyak 8,1 juta ton. Apa itu "SELTIMA" ? 

"SELTIMA" merupakan salah satu penemuan dari BASF, yang merupakan perusahaan kimia terbesar di dunia asal Jerman, yang berkantor pusat di Ludwigshafen. Adapun bentuknya, merupakan cairan seperti fungisida yang hanya langsung disemprotkan saja ke tanaman padi. Bahkan, Indonesia khususnya Jombang menjadi area yang pertama kali dikenalkannya teknologi mutakhir ini. 


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

Leon Van Mullekom, selaku Business Area Director BASF mengungkapkan, pertanaman padi menghadapi banyak kendala seperti tekanan cuaca dan penyakit. Dengan teknologi ini, ia meyakini produksi padi di Indonesia akan meningkat. Sebabnya, "SELTIMA" ini mampu mengendalikan penyakit blast yang menjadi musuh utama para petani padi. Selain itu, teknologi ini juga bisa membuat tanaman padi menjadi lebih sehat.

Produk ini menggunakan teknologi enkapsulasi bahan aktif di daun, yang mendorong peningkatan pertumbuhan, serta mampu mengontrol penyakit blast akibat cendawan Pyricularia oryzae, yang bisa menyebabkan kehilangan hasil panen sebanyak 50%.

Keunggulan lain yang ditawarkan produk ini adalah, ketika disemprotkan ke tanaman padi, fungisida ini tidak akan mencemari lingkungan, karena berbentuk kapsul. Tak hanya menyasar Jombang, beberapa daerah lain juga akan kedatangan produk ini seperti beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hebatnya, produk ini juga sudah merambah Vietnam, Amerika Selatan, India, Pakistan, dan Tiongkok.   

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro