logo


Asosiasi Pedagang India Desak Pemerintah Dukung Aksi Boikot Produk Buatan China

Insiden bentrokan di wilayah perbatasan China-India menimbulkan kemarahan warga dan asosiasi pedagang India (CAIT)

22 Juni 2020 20:00 WIB

asiacommerce.id

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Pihak militer China dan India menggelar perundingan pada Senin (22/6) untuk meredakan ketegangan hubungan kedua negara yang berbagi wilayah perbatasan di kawasan pegunungan Himalaya, menyusul adanya sebuah insiden bentrokan antar kedua pasukan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Meski saling menyalahkan, kedua belah pihak telah memutuskan untuk menghindari adanya peningkatan tensi yang dapat memicu konflik yang lebih jauh antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir tersebut.

Terkejut dan marah dengan kematian sejumlah anggota pasukan militernya, warga India mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk membuktikan bahwa negaranya tidak bisa begitu saja diremehkan dan dipermalukan seperti yang telah terjadi dalam perang melawan China pada tahun 1962 silam.


Demi Orang Tua, Pria Ini Nekat Berlayar Sendirian Arungi Samudera Atlantik dari Portugal ke Argentina

Sejumlah anggota asosiasi pedagang India yang melakukan aksi pembakaran barang-barang China pada sebuah bazaar di India mendesak adanya boikot produk buatan China di seluruh India.

Konfederasi pedagang India (CAIT) yang mewakili 70 juta pedagang India, meminta pemerintah untuk mendukung upaya boikot tersebut serta membatalkan semua kontrak yang diberikan oleh pemerintah kepada sejumlah perusahaan China.

"Seluruh negara dipenuhi dengan rasa marah dan intensitas ekstrem untuk memberikan tanggapan yang sesuai dan kuat kepada China, tidak hanya secara militer tetapi juga secara ekonomi," ujar sekjen CAIT, Praveen Khandelwal, dalam suratnya kepada sejumlah kepala pemerintahan daerah di India, dikutip dari Reuters pada Senin (22/6).

Kasus Covid-19 Kembali Muncul, Selandia Baru Perketat Wilayah Perbatasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia