logo


Kasus Covid-19 Kembali Muncul, Selandia Baru Perketat Wilayah Perbatasan

Selandia baru melaporkan adanya sembilan kasus Covid-19 usai melonggarkan wilayah perbatasan

22 Juni 2020 19:00 WIB

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kompasiana

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Selandia Baru dikabarkan tengah memberlakukan kebijakan yang lebih ketat di wilayah perbatasan seiring meningkatnya jumlah warga negaranya yang datang dari luar negeri.

"Sementara seluruh dunia memasuki tahap baru pandemi yang berbahaya, kita tetap menjaga wilayah perbatasan," ujar Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dikutip dari The Guardian pada Senin (22/6).

Pemerintah Selandia Baru juga telah memperbarui protokol kesehatan, mengharuskan adanya 14 hari masa karantina, dimana semua orang yang memasuki wilayahnya harus telah dinyatakan bebas Covid-19 sebelum meninggalkan tempat karantina, dan kemungkinan harus menjalani beberapa kali pemeriksaan kesehatan.


Demonstrasi Anti Muslim di Norwegia Berakhir Ricuh, Orator Dilempari Telur dan Tomat

"Secara umum, anda bisa melihat, bahwa kita akan melanjutkan dalam memastikan diri kita dan seluruh warga Selandia Baru semua yang dibutuhkan untuk menjaga posisi kita, semua penduduk Selandia Baru telah bekerja dengan keras sementara dunia telah memasuki sebuah fase dimana pandemi (Covid-19) meningkat, bukan melambat," imbuhnya.

Arden juga mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang larangan perjalanan kapal pesiar, kecuali untuk kapal kargo dan kapal ikan. Semua awak kapal juga harus menjalani masa karantina 14 hari terlebih dahulu sebelum diijinkan untuk berlabuh di dermaga.

Selandia Baru sejauh ini diketahui tengah memiliki sembilan kasus aktif positif Covid-19 seiring lebih banyak warga yang datang dari luar negeri.

Demi Orang Tua, Pria Ini Nekat Berlayar Sendirian Arungi Samudera Atlantik dari Portugal ke Argentina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia